Trending
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Trending
  • Berita Daerah
  • Advertorial
  • Nasional
  • Opini
Trending
  • Beranda
  • Trending
  • Berita Daerah
  • Advertorial
  • Nasional
  • Opini
No Result
View All Result
Trending
No Result
View All Result
Home Berita Daerah

Mobil Listrik Makin Dilirik, Haruskah?

Ida Wahyuni, S.Pd.I; (Guru dan Pemerhati Masyarakat)

by admin trending
12/08/2023
in Berita Daerah
Mobil Listrik Makin Dilirik, Haruskah?
Share on FacebookShare on Twitter

Baru-baru ini Pemerintah Kota Bontang mengeluarkan pernyataan untuk serius beralih ke kendaraan listrik, ini dibuktikan dengan adanya anggaran pengadaan mobil berplat merah di lingkungan Pemkot Bontang. Menurut Wali Kota Bontang Basri Rase, pengadaan ini dilakukan dalam rangka menjalankan mandat dari instruksi presiden tentang Penggunaan Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (Battery Electric Vehicle) Sebagai Kendaraan Dinas Operasional dan/atau Kendaraan Perorangan Dinas Instansi Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah.

Pengadaan mobil listrik ini digadang-gadang akan mengurangi polusi dan emisi, bukan hanya dilingkungan Pemerintah Kota Bontang tetapi juga didorong agar semua perusahaan besar yang berada di Kota Bontang ikut menyukseskan rencana peralihan ke mobil listrik. [1]

Kendaraan listrik yang sedang dikembangkan sekarang seperti Gesits, Tesla, hingga Hyundai  merupakan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (KBLBB) yang akan menggunakan listrik hasil pengisian di berbagai tempat. Tanpa menggunakan mesin pembakaran, tentunya KBLBB tidak akan menghasilkan emisi karbon monoksida seperti kendaraan bermotor yang kita gunakan sekarang. Terdengar bagus bukan?

Dalam permasalahan seperti ini, kita tidak bisa melihat sesuatu dari satu sisi saja. Kita mesti jeli melihat efek-efek yang akan disebabkan dari penggunaan KBLBB secara masif. Ketika kendaraan listrik menjadi mudah didapatkan, akan terjadi peningkatan permintaan energi listrik. Tak hanya untuk mengisi baterainya, produksi dari baterai yang digunakan oleh kendaraan listrik pun memerlukan energi yang besar. Dibarengi dengan pertumbuhan penduduk, hal ini akan meningkatkan ketergantungan manusia terhadap energi listrik.

Sayangnya, Indonesia sendiri masih mengandalkan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) sebagai sumber energi listrik yang tidak rendah emisi. Meskipun pemerintah menargetkan pada tahun 2025 penggunaan Energi Baru dan Terbarukan (EBT) akan mencapai 25 persen, pada kenyataannya Indonesia masih sangat bergantung pada kontribusi batubara dan gas. Menurut data yang disampaikan oleh  Direktur Mega Project PLN Muhammad Ikhsan Asaad, subtotal penggunaan bahan bakar fosil mencapai 87,4 persen pada tahun 2020.[2]

Kendaraan listrik memang secara umum menguntungkan jika dibandingkan dengan kendaraan bermotor konvensional. Mulai dari emisi yang jauh lebih sedikit hingga harga yang semakin lebih murah. Namun, Perlu ada penyesuaian mengenai sumber energi yang digunakan, penanganan limbah, regulasi, serta dampaknya terhadap kehidupan sosial. Jangan sampai kendaraan yang dianggap “hijau” ini malah menjadi bumerang bagi kita dan tidak bekerja sebagaimana mestinya.

Ditengah wacana pengadaan kendaraan listrik yang anggarannya jelas lebih mahal, semestinya kita juga tidak boleh berpaling dari persoalan lokal, pengadaan kendaraan listrik ditengah harga yang semakin meningkat tentu bukan sesuatu yang elok dilakukan, banyak problem yang menjadi PR bagi pemerintah kita, angka stunting yang semakin tinggi, persoalan kesehatan warga, pengangguran yang diakibatkan rendahnya pendidikan, ini juga tak boleh lepas dari fokus utama.

Dari kondisi yang disebutkan diatas, maka harus ada prioritas dalam menangani berbagai permasalahan masyarakat, salah satunya adalah bagaimana menyelesaikan masalah ekonomi karena sebagian besar rakyat  masih jauh dari kesehjateraan. Dan efek dari kesehjateraan rakyat yang rendah ini,  sangat terkait dengan kualitas generasi, pendidikan hingga kesehataan. Sehingga disituasi ekonomi rakyat yang sulit saat ini keberadaan mobil listrik belum begitu urgent dibandingkan menyelesaikan permasalahan yang dihadapi mayoritas rakyat hari ini.

Jika kita ingin mencontoh bagaimana para pemimpin muslim dalam meriayah dan mengurus rakyat yang merupakan amanah dari Allah SWT, tentu akan lebih mudah untuk menyelesaikan berbagai permasalahan yang dihadapi saat ini. Yang pastinya adalah ketika ingin keluar dari berbagai permasalah hari ini yang disebabkan penerapan sistem kapitalisme yang menyengsarakan rakyat, maka kita harus menerapkan sistem yang shaih yaitu sistem Islam.

Dengan diterapkannya sistem Islam, kita dapati bagaimana sosok pemimpin dalam Islam yang meriayah rakyatnya dengan bersungguh-sungguh dan begitu takut jika ada rakyatnya yang mengalami kekurangan. Sejarah Islam mencontohkan kita, bahwa persoalan pengurusan urusan umat menjadi hal yang utama dibandingkan pengadaan kendaraan bagi pejabat, sejarah telah menorehkan tinta emasnya, sebutlah Khalifah ketiga dalam Islam yakni Umar bin Khattab yang senantiasa memiliki kebiasaan yang mungkin tidak dimiliki oleh pejabat sekelas beliau, ia senantiasa berkeliling di malam hari untuk memastikan bahwa tidak ada warganya yang merasakan kesulitan akibat kepemimpinannya, pernah juga beliau memikul gandum dari baitul mal untuk diberikan kepada warganya, saat ajudan beliau ingin menggantikan posisi beliau untuk memikul beban tersebut, Khalifah Umar bin Khattab justru enggan, karena ia menyadari kepemimpinan itu adalah amanah, yang kelak di yaumil akhir akan dimintai pertanggungjawaban atas kepengurusannya.

Pernah juga dimasa kepemimpinan Umar bin Abdul Aziz yang memerintahkan untuk menabur biji-bijian di atas bukit bersalju untuk dimakan oleh para burung,  MasyaAllah, sungguh kita merindukan sosok kepemimpinan yang berfokus pada kemaslahatan rakyat. Dan itu akan terjadi jika di dalam dada dan pikirannya berfokus pada akhirat. Ketaqwaan individu yang didasarakan pada keimanan kepada Allah. Sehingga sejahtera bukan hanya menjadi wacana tetapi menjadi realitas dengan penerapan aturan dari Ilahi. Wallahu a’lam bi showab.

[1] https://bontangpost.id/pemkot-bontang-mulai-ganti-kendaraan-dinas-pns-jadi-mobil-listrik/

[2] https://www.its.ac.id/news/2022/03/11/euforia-kendaraan-listrik-apakah-sehijau-yang-kita-pikirkan/

Share299Tweet187Share75

Related Posts

Neni Moerniaeni: Perwali Terbit, THR dan TPP ASN Bontang Cair Pekan Ini 100 Persen
Berita Daerah

Neni Moerniaeni: Perwali Terbit, THR dan TPP ASN Bontang Cair Pekan Ini 100 Persen

11/03/2026
Razia Gabungan Ramadan di Bontang, Keterangan Resepsionis Hotel Berbeda dengan Temuan Petugas
Berita Daerah

Razia Gabungan Ramadan di Bontang, Keterangan Resepsionis Hotel Berbeda dengan Temuan Petugas

10/03/2026
THR PPPK Paruh Waktu di Bontang Rp2 Juta? Ini Penjelasan Kepala BPKAD
Berita Daerah

THR PPPK Paruh Waktu di Bontang Rp2 Juta? Ini Penjelasan Kepala BPKAD

05/03/2026
Ngamar Saat Ramadan, Dua Pasangan Terjaring Razia Satpol PP Bontang
Berita Daerah

Ngamar Saat Ramadan, Dua Pasangan Terjaring Razia Satpol PP Bontang

05/03/2026
PT EUP Bantah Dugaan Pencemaran Lingkungan dari Limbah FABA
Berita Daerah

PT EUP Bantah Dugaan Pencemaran Lingkungan dari Limbah FABA

04/03/2026
FP2L Laporkan Dugaan Limbah FABA PT EUP dan GPK, Minta Pemkot Bontang Tindak Tegas
Berita Daerah

FP2L Laporkan Dugaan Limbah FABA PT EUP dan GPK, Minta Pemkot Bontang Tindak Tegas

04/03/2026
Next Post
DPRD Bontang Terima Kunjungan Kerja DPRD Samarinda terkait Perda Penataan Pemakaman

DPRD Bontang Terima Kunjungan Kerja DPRD Samarinda terkait Perda Penataan Pemakaman

Discussion about this post

Trending Hari Ini

  • Neni Moerniaeni: Perwali Terbit, THR dan TPP ASN Bontang Cair Pekan Ini 100 Persen

    Neni Moerniaeni: Perwali Terbit, THR dan TPP ASN Bontang Cair Pekan Ini 100 Persen

    754 shares
    Share 302 Tweet 189
  • Razia Gabungan Ramadan di Bontang, Keterangan Resepsionis Hotel Berbeda dengan Temuan Petugas

    768 shares
    Share 307 Tweet 192
  • THR PPPK Paruh Waktu di Bontang Rp2 Juta? Ini Penjelasan Kepala BPKAD

    750 shares
    Share 300 Tweet 188
  • Idulfitri 2026: ASN Bontang Dapat THR dan Tunjangan, PPPK Paruh Waktu Tanpa Komponen Tambahan

    972 shares
    Share 389 Tweet 243
  • Artis Qausar Harta Yudana Bakal Syuting Tiga FTV di Bontang, Angkat Kearifan Lokal dan Wisata Kota Taman

    783 shares
    Share 313 Tweet 196

Berita Terkini

Neni Moerniaeni: Perwali Terbit, THR dan TPP ASN Bontang Cair Pekan Ini 100 Persen

Neni Moerniaeni: Perwali Terbit, THR dan TPP ASN Bontang Cair Pekan Ini 100 Persen

11/03/2026
Razia Gabungan Ramadan di Bontang, Keterangan Resepsionis Hotel Berbeda dengan Temuan Petugas

Razia Gabungan Ramadan di Bontang, Keterangan Resepsionis Hotel Berbeda dengan Temuan Petugas

10/03/2026
THR PPPK Paruh Waktu di Bontang Rp2 Juta? Ini Penjelasan Kepala BPKAD

THR PPPK Paruh Waktu di Bontang Rp2 Juta? Ini Penjelasan Kepala BPKAD

05/03/2026
Trending

© 2025 Trending - Developed by Vision Web Development.

  • Susunan Redaksi

Follow Us

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Trending
  • Berita Daerah
  • Advertorial
  • Nasional
  • Opini

© 2025 Trending - Developed by Vision Web Development.