Trending
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Trending
  • Berita Daerah
  • Advertorial
  • Nasional
  • Opini
Trending
  • Beranda
  • Trending
  • Berita Daerah
  • Advertorial
  • Nasional
  • Opini
No Result
View All Result
Trending
No Result
View All Result
Home advetorial

Terungkap! Loktunggul Tak Hilang, Agus Haris: Ada Dua Versi Peta

by admin
07/11/2023
in advetorial, Trending
Terungkap! Loktunggul Tak Hilang, Agus Haris: Ada Dua Versi Peta

Wakil Ketua DPRD Bontang, Agus Haris.(sd/trending.co.id)

Share on FacebookShare on Twitter

Trending.co.id, Bontang – DPRD Kota Bontang kembali mengadakan rapat tentang hilangnya kawasan pesisir Loktunggul di peta Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) PT Graha Power Kaltim (GPK), bersama CV Smart Teknik Konsultan dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Kalimantan Timur.

Ketika rapat bersama OPD terkait pada pekan lalu, DPRD Bontang belum mendapatkan jawaban yang jelas mengenai hilangnya kawasan itu.

Wakil Ketua DPRD Bontang Agus Haris mengungkapkan, pihaknya mendatangkan pihak konsultan dan DLH provinsi sebagai pengawas untuk mengetahui penyebab tidak terdeteksinya Loktunggul di peta Amdal 2015.

“Dari keterangan CV Smart Teknik Konsultan telah menjelaskan kenapa tidak terarsirnya pemukiman Loktunggul pada peta Amdal 2015, karena mereka menggunakan perbandingan peta skala besar yakni 1:60.000,” ujarnya, Senin (06/11/2023).

Sedangkan, pada lampiran kerangka acuan yang mengunakan citra satelit dengan perbandingan peta 1:10.000, kawasan Loktunggul tertera di peta Amdal perusahaan tersebut.

“Ada tambahan lampiran tersebut yang digunakan dalam skala kecil, khusus untuk area perusahaan kawasan Bontang Lestari saja. Tapi pada peta skala besar ditulis secara manual wilayah Loktunggul,” imbuhnya.

Agua Haris menjelaskan, pihaknya hanya ingin mengusut tuntas hal riskan tersebut, karena khawatir hilangnya kawasan ini di peta Amdal adalah penyebab tidak adanya bantuan yang masuk di pemukiman pesisir itu.

Disisi lain, Ketua Tim CV Smart Teknik Konsultan Jainal menyebutkan, pihaknya menggunakan peta skala 1:60.000 disebabkan kawasan perusahaan tersebut tersebar hingga Kutai Timur (Kutim).

“Karena kawasan perusahaan luas hingga Kutim, jadinya kami menggunakan skala besar untuk mengambil peta hingga ke sana,” paparnya.

Selain itu, Loktunggul merupakan kawasan kecil dan tidak padat penduduk, menyebabkan tidak terbacanya daerah tersebut di perta Amdal 2015.

Jainal mengklaim, pihaknya tidak memiliki maksud tersembunyi atau kesengajaan atas penghilangan kawasan tersebut.

“Kami mencetak peta itu secara otomatis dan menggunakan ilmu fotografi, jadi kami tidak bisa merubah atau menambahkan arsiran. Tapi, di peta skala besar kami menulis manual kawasan tersebut, serta pemukiman yang masuk dalam pemantauan dan pengelolaan di Amdal, yang artinya ada penduduk yang tinggal di sana,” tandasnya.(sd/adv)

Share297Tweet186Share74

Related Posts

Sahib Soroti Maraknya Rokok Ilegal di Bontang, Minta Pengawasan Bea Cukai Diperketat
advetorial

Sahib Soroti Maraknya Rokok Ilegal di Bontang, Minta Pengawasan Bea Cukai Diperketat

25/06/2026
WFH dan WFA Selama Libur Lebaran 2026, Wawali Bontang: Tetap Bekerja
Berita Daerah

WFH dan WFA Selama Libur Lebaran 2026, Wawali Bontang: Tetap Bekerja

14/03/2026
Mudik Lebaran 2026: Wawali Bontang Minta Perketat Pengawasan Pelabuhan
Berita Daerah

Mudik Lebaran 2026: Wawali Bontang Minta Perketat Pengawasan Pelabuhan

14/03/2026
Pembelian Mess Pemkot Bontang di Jakarta, Ini Penjelasan Wali Kota
Berita Daerah

Pembelian Mess Pemkot Bontang di Jakarta, Ini Penjelasan Wali Kota

13/03/2026
BREAKING NEWS: Kebakaran di Guntung Bontang, Bangunan Pujasera dan Satu Mobil Terbakar
Berita Daerah

BREAKING NEWS: Kebakaran di Guntung Bontang, Bangunan Pujasera dan Satu Mobil Terbakar

12/03/2026
Mewujudkan Kesejahteraan dengan Islam Kaffah
Opini

Mewujudkan Kesejahteraan dengan Islam Kaffah

12/03/2026
Next Post
Menuju UMKM Kompetitif: Ketua DPRD Kaltim Dorong UMKM Terus Maju dan Berkembang

Menuju UMKM Kompetitif: Ketua DPRD Kaltim Dorong UMKM Terus Maju dan Berkembang

Discussion about this post

Trending Hari Ini

  • Masih Belum Memiliki Kantor, Yassier Arafat Dorong Pembangunan Kelurahan Berbas Pantai

    Masih Belum Memiliki Kantor, Yassier Arafat Dorong Pembangunan Kelurahan Berbas Pantai

    749 shares
    Share 300 Tweet 187
  • DPRD Kaltim Siap Kawal Ganti Rugi Lahan Warga Yang Terdampak Pembangunan Jalan Ringroad

    743 shares
    Share 297 Tweet 186
  • Mewujudkan Kesejahteraan dengan Islam Kaffah

    752 shares
    Share 301 Tweet 188
  • Kwarda Kaltim Gelar Rakor Program Kerja 2025, Perkuat Sinergi Saka, Sako, dan Gugusdarma

    749 shares
    Share 300 Tweet 187
  • Kukar Raih Juara I Fahmil Quran Putri dan Runner-Up Putra di Final MTQ Kaltim 2025

    751 shares
    Share 300 Tweet 188

Berita Terkini

Sahib Soroti Maraknya Rokok Ilegal di Bontang, Minta Pengawasan Bea Cukai Diperketat

Sahib Soroti Maraknya Rokok Ilegal di Bontang, Minta Pengawasan Bea Cukai Diperketat

25/06/2026
WFH dan WFA Selama Libur Lebaran 2026, Wawali Bontang: Tetap Bekerja

WFH dan WFA Selama Libur Lebaran 2026, Wawali Bontang: Tetap Bekerja

14/03/2026
Mudik Lebaran 2026: Wawali Bontang Minta Perketat Pengawasan Pelabuhan

Mudik Lebaran 2026: Wawali Bontang Minta Perketat Pengawasan Pelabuhan

14/03/2026
Trending

© 2025 Trending - Developed by Vision Web Development.

  • Susunan Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Contact
  • Kode Etik Jurnalistik

Follow Us

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Trending
  • Berita Daerah
  • Advertorial
  • Nasional
  • Opini

© 2025 Trending - Developed by Vision Web Development.