Trending.co.id, Bontang – Gedung Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Bontang diresmikan oleh Wali Kota Bontang Basri Rase dan Kepala BNN RI Komjen (Pol) Marthinus Hukom, S.I.K., M.Si , Selasa (4/2/2025) pagi.
Atas nama pemerintah dan masyarakat Kota Bontang, Wali Kota menyampaikan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Kepala BNN RI yang telah menyempatkan hadir di Kota Bontang di tengah kesibukannya.
Dijelaskannya, BNN Bontang ini pada tahun 2016 sama-sama menghadap ke BNN Provinsi, Bontang ini posisi kedua pemakaian narkoba di Kaltim. Wali Kota merasa ironi karena Bontang darurat narkoba, dengan kota yang sangat kecil, penduduknya sedikit tapi banyak penyalahgunaan narkoba. Wali Kota menyebut harus dilakukan tindakan ekstrim untuk cepat dan tepat dilakukan. Akhirnya dilakukan deklarasi ke dinas-dinas, sekolah, dan lembaga sehingga dari urutan kedua menjadi urutan kelima.
“Saya salah satu kepala BNNK yang berhasil menurunkan kasus narkoba, sehingga diupayakan beralih status dari BNNK menjadi BNN,” kata Wali Kota.
Sebenarnya, lanjut dia, pihaknya ingin membangun di tahun 2020 namun karena covid dilakukan recofusing anggaran.
“Ini kebanggan kita semua, saya berharap BNN Kota Bontang ini terus berbuat untuk negeri karena memang narkoba ini adalah musuh bersama dan Presiden juga menyebut bahwa sudah darurat narkoba,” bebernya.
Kepala BNN RI Komjen (Pol) Marthinus Hukom mengatakan ini momentum yang sangat luar biasa yaitu peresmian Kantor BNK Kota Bontang Provinsi Kaltim. Memaknai kegiatan ini, Kepala BNN RI mengucapkan terima kasih kepada kepala daerah, dan seluruh perangkat daerah juga masyarakat Kota Bontang yang telah mempercayakan BNK Kota Bontang dalam membangun kantor BNK Bontang.
“Bagi kami ini bentuk kepercayaan dan bentuk komitmen Wali Kota dan seluruh jajaran dalam penanganan dan pencegahan peredaran gelap narkoba,” ungkapnya.
Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti dan pemotongan pita. Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Bupati Kutim Kasmidi Bulang, rombongan BNN RI, BNN Provinsi Kaltim, dan para deputi Bidang Intelektual Geospasial.(*)











Discussion about this post