
Trending.co.id, Kaltim– Kemeriahan malam peluncuran program Gratispol Kaltim Menuju Generasi Emas tak hanya diwarnai dengan penyerahan bantuan pendidikan dan sosial, tetapi juga disemarakkan oleh pertunjukan budaya. Salah satunya adalah penampilan Fashion Show 10 Batik Wastra, yang digagas oleh Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Timur.
Acara ini dihadiri langsung oleh Sekretaris Daerah Provinsi Kaltim, Sri Wahyuni, serta sejumlah kepala OPD Kaltim berlangsung di Gedung Bundar, Plenary Hall Komplek GOR Kadrie Oening Sempaja, Samarinda, pada Senin (21/4/2025) malam. Ribuan warga turut memenuhi aula, menyambut program unggulan yang digagas Gubernur Kaltim H. Rudy Mas’ud dan Wakil Gubernur H. Seno Aji.
Sorotan utama fashion show datang dari desainer Imam Mardioto, pencipta Batik Melayu Kutai, yang menampilkan dua motif khas: Jaja Keminting dan Ikon Kota Raja. Imam juga meluncurkan koleksi barunya berupa batik tulis dengan sentuhan motif Dayak, menciptakan sinergi budaya lokal dalam balutan busana modern. “Saya ingin batik Kutai hadir bukan hanya sebagai warisan budaya, tapi juga bagian dari tren nasional,” ungkap Imam.
Dalam sesi wawancara, Imam menyarankan agar Pemprov Kaltim menggelar ajang fashion show batik secara rutin setiap tahun dan mengundang seluruh perwakilan kabupaten/kota melalui Dekranasda. “Kita punya potensi besar. Tinggal dikonsolidasikan dengan baik agar semua daerah bisa tampil di panggung yang sama,” ujarnya.
Imam menyebut telah memiliki 20 motif Batik Melayu Kutai yang telah bersertifikat Hak Kekayaan Intelektual (HKI). Ia juga mendorong pelaku industri batik di Kaltim untuk mengikuti jejak tersebut guna menjaga orisinalitas dan memperkuat posisi batik Kaltim di tingkat nasional maupun internasional.
Dalam sambutannya, Gubernur Rudy Mas’ud menegaskan bahwa seluruh program Gratispol merupakan realisasi dari janji kampanyenya. “Kami hadir untuk menghapus ketidakmampuan dengan ilmu dan kemiskinan dengan kesempatan. Itulah makna dari Kaltim Emas,” katanya penuh semangat.
Malam itu bukan sekadar simbolik, tetapi menjadi momentum nyata bagi masyarakat Kaltim. Dengan perpaduan seni, budaya, dan kebijakan publik, Gratispol disambut hangat sebagai gebrakan baru dari kepemimpinan Rudy–Seno yang ingin membawa Kaltim lebih sejahtera dan berdaya saing.
[Adv | Diskominfo Kaltim]












Discussion about this post