Trending.co.id, Jakarta – Wakil Ketua DPRD Kalimantan Timur, Ekti Imanuel, menyampaikan dukungannya terhadap sikap Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud yang secara tegas mendesak percepatan pembangunan jalan perbatasan penghubung Kutai Barat (Kubar) dengan Ibu Kota Nusantara (IKN). Desakan ini disampaikan langsung Gubernur dalam forum Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi II DPR RI) di Senayan, Jakarta, Selasa (29/04/2025).
Dikonfirmasi sehari setelahnya, Rabu (30/04/2025), Ekti menilai pembangunan jalur strategis ini tak hanya akan meningkatkan aksesibilitas, tetapi juga membuka peluang pertumbuhan ekonomi baru di wilayah yang selama ini termarjinalkan secara infrastruktur.
“Ini bukan sekadar jalan. Ini urat nadi ekonomi dan penghubung penting dari Kalimantan Tengah dan Kalimantan Utara ke jantung pembangunan IKN. Kubar bisa jadi simpul utama konektivitas antarwilayah,” ujar Ekti.
Ia menggarisbawahi bahwa selama ini Kutai Barat hanya menjadi titik lintasan tanpa intervensi pembangunan besar. Maka dari itu, momentum pembangunan IKN harus dijadikan peluang untuk menuntaskan ketimpangan tersebut.
“Selama ini Kutai Barat seperti berada di pinggir peta. Pembangunan jalan ini akan membawa wilayah itu lebih dekat ke pusat pertumbuhan nasional,” tambahnya.
Menurut Ekti, dukungan dari DPR RI sangat penting agar proyek ini masuk dalam prioritas nasional. Ia meminta pemerintah pusat tidak hanya fokus pada kawasan inti IKN, tetapi juga memperhatikan wilayah penyangga yang secara geografis punya peran vital.
“Kalau pusat hanya sibuk di kawasan inti dan lupa pada daerah-daerah sekitar, maka yang terjadi hanya pertumbuhan timpang. Kita ingin pembangunan yang merata dan inklusif,” jelas politisi asal Dapil Kutai Barat ini.
Ekti juga menyebut bahwa DPRD Kaltim siap memberikan dukungan politik, pengawasan, dan dorongan anggaran sesuai kapasitasnya agar konektivitas daerah menuju IKN benar-benar terwujud.
“Intinya, ini kepentingan strategis daerah. Maka kami di DPRD Kaltim akan kawal dan perjuangkan bersama,” pungkasnya.
[Adv | DPRD Kaltim]












Discussion about this post