Trending
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Trending
  • Berita Daerah
  • Advertorial
  • Nasional
  • Opini
Trending
  • Beranda
  • Trending
  • Berita Daerah
  • Advertorial
  • Nasional
  • Opini
No Result
View All Result
Trending
No Result
View All Result
Home Berita Daerah

Hadiri Mediasi Dugaan Pencemaran Lingkungan, Wawali Minta Permasalahan Ini Segera Selesai

by admin
10/04/2025
in Berita Daerah, Trending
Hadiri Mediasi Dugaan Pencemaran Lingkungan, Wawali Minta Permasalahan Ini Segera Selesai
Share on FacebookShare on Twitter

Trending.co.id, Bontang – Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris, menghadiri rapat mediasi terkait dugaan pencemaran lingkungan di wilayah pesisir Bontang Lestari dan Santan Ilir. Pertemuan tersebut berlangsung pada Rabu pagi (9/4/2025) di Ruang Rupatama Polres Bontang, dipimpin langsung oleh Wakapolres Bontang, Kompol Faisal Risa.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh jajaran Polres Bontang seperti Kasat Intel, Kasat Reskrim, Kapolsek dan Wakapolsek Marangkayu, serta sejumlah pejabat dari instansi terkait, termasuk Dinas Lingkungan Hidup Bontang, Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan, dan Pertanian Bontang, Camat Marangkayu, Lurah Bontang Lestari, dan Kepala Desa Santan Ilir. Perwakilan dari berbagai komunitas seperti Aliansi Nelayan Santan Ilir, Forum RT Bontang Lestari, Forum Santan Bersatu, serta pihak perusahaan PT Energi Unggul Persada juga turut hadir.

Kompol Faisal Risa menjelaskan bahwa mediasi ini bertujuan untuk menjadi wadah penyampaian aspirasi dari semua pihak terkait isu dugaan pencemaran lingkungan tersebut. Ia berharap rapat ini dapat menghasilkan solusi yang menguntungkan semua pihak (win-win solution) dan menjaga stabilitas keamanan di wilayah hukum Polres Bontang.

Agus Haris menyampaikan permintaan maaf atas ketidakhadiran Wali Kota Bontang yang tengah bertugas di Kantor Gubernur Kaltim. Ia juga mengapresiasi Polres Bontang atas inisiatifnya menggelar mediasi yang mempertemukan berbagai pihak untuk mendengar aspirasi masyarakat, terutama warga yang berada di wilayah perbatasan antara Kota Bontang dan Kabupaten Kutai Kartanegara.

Ia menekankan bahwa perbedaan wilayah administrasi tidak menghapus hubungan kekerabatan antarmasyarakat, mengingat Bontang dulunya merupakan bagian dari Kutai Kartanegara, sesuai UU RI Nomor 47 Tahun 1999. Agus Haris berharap agar permasalahan ini dapat diselesaikan secara kekeluargaan dan keberadaan kawasan industri tetap memberi dampak positif bagi perekonomian warga.

“Meski berbeda wilayah administratif, kita tetap bersaudara,” ujarnya.

Terkait penanganan teknis, Agus menginformasikan bahwa pada 25 Maret 2025, Dinas Lingkungan Hidup Bontang telah berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dan melakukan pengambilan sampel limbah cair untuk diuji di laboratorium independen terakreditasi di Samarinda.

Di akhir rapat, Agus Haris menegaskan komitmen Pemkot Bontang terhadap prinsip transparansi dan akuntabilitas, serta kesiapannya menerima kritik dan saran dari berbagai pihak demi kemajuan tata kelola pemerintahan dan pembangunan di kota ini.

Sebagai penutup, Kompol Faisal Risa menyatakan bahwa semua pihak yang hadir akan bersama-sama mengawal proses penyelesaian dugaan pencemaran lingkungan tersebut. Polres Bontang saat ini telah memulai proses penyelidikan dan tetap membuka ruang dialog dengan seluruh elemen masyarakat yang terlibat.

Sebelumnya, diberitakan bahwa ikan-ikan di wilayah pesisir Santan ilir mengalami mati mendadak. penyebab kematian biota laut tersebut diduga akibat tercemarnya laut wilayah Santan Ilir dari perusahaan minya goreng atau PT EUP yang berada di wilayah Bontang.(*)

Share297Tweet186Share74

Related Posts

Stop Konflik Agraria dengan Sistem Islam
Opini

Stop Konflik Agraria dengan Sistem Islam

05/03/2026
SISTEM ISLAM MENJAMIN KEBUTUHAN GIZI MASYARAKAT
Opini

SISTEM ISLAM MENJAMIN KEBUTUHAN GIZI MASYARAKAT

05/03/2026
Ngamar Saat Ramadan, Dua Pasangan Terjaring Razia Satpol PP Bontang
Berita Daerah

Ngamar Saat Ramadan, Dua Pasangan Terjaring Razia Satpol PP Bontang

05/03/2026
PT EUP Bantah Dugaan Pencemaran Lingkungan dari Limbah FABA
Berita Daerah

PT EUP Bantah Dugaan Pencemaran Lingkungan dari Limbah FABA

04/03/2026
FP2L Laporkan Dugaan Limbah FABA PT EUP dan GPK, Minta Pemkot Bontang Tindak Tegas
Berita Daerah

FP2L Laporkan Dugaan Limbah FABA PT EUP dan GPK, Minta Pemkot Bontang Tindak Tegas

04/03/2026
Digerebek di Dalam Mobil, Tiga Pria di Marangkayu Terseret Kasus Sabu
Berita Daerah

Digerebek di Dalam Mobil, Tiga Pria di Marangkayu Terseret Kasus Sabu

03/03/2026
Next Post
Wali Kota Bontang Sambangi Gubernur Kaltim, Bahas Sinkronisasi Program dan Visi Misi Daerah

Wali Kota Bontang Sambangi Gubernur Kaltim, Bahas Sinkronisasi Program dan Visi Misi Daerah

Discussion about this post

Trending Hari Ini

  • Wartek-In di Bulan Ramadan Diserbu Warga Bontang Lestari, Sembako Ludes Diburu

    Wartek-In di Bulan Ramadan Diserbu Warga Bontang Lestari, Sembako Ludes Diburu

    753 shares
    Share 301 Tweet 188
  • FP2L Laporkan Dugaan Limbah FABA PT EUP dan GPK, Minta Pemkot Bontang Tindak Tegas

    749 shares
    Share 300 Tweet 187
  • Ngamar Saat Ramadan, Dua Pasangan Terjaring Razia Satpol PP Bontang

    749 shares
    Share 300 Tweet 187
  • Idulfitri 2026: ASN Bontang Dapat THR dan Tunjangan, PPPK Paruh Waktu Tanpa Komponen Tambahan

    960 shares
    Share 384 Tweet 240
  • PT EUP Bantah Dugaan Pencemaran Lingkungan dari Limbah FABA

    745 shares
    Share 298 Tweet 186

Berita Terkini

Stop Konflik Agraria dengan Sistem Islam

Stop Konflik Agraria dengan Sistem Islam

05/03/2026
SISTEM ISLAM MENJAMIN KEBUTUHAN GIZI MASYARAKAT

SISTEM ISLAM MENJAMIN KEBUTUHAN GIZI MASYARAKAT

05/03/2026
Ngamar Saat Ramadan, Dua Pasangan Terjaring Razia Satpol PP Bontang

Ngamar Saat Ramadan, Dua Pasangan Terjaring Razia Satpol PP Bontang

05/03/2026
Trending

© 2025 Trending - Developed by Vision Web Development.

  • Susunan Redaksi

Follow Us

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Trending
  • Berita Daerah
  • Advertorial
  • Nasional
  • Opini

© 2025 Trending - Developed by Vision Web Development.