Trending.co.id, Bontang – Lapangan Minisoccer Satimpo menjadi arena pertarungan sengit dua tim sepak bola Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Kota Bontang. Saat Tim Sekertariat Daerah (Setda) FC berhadapan Tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPDB) FC untuk memperebutkan tiket ke babak final.
Sejak peluit awal dibunyikan, kedua tim langsung tampil agresif. Duel berlangsung seru dengan tempo tinggi, namun tetap menunjukkan sikap sportivitas (fair play) dari para pemain. Diiringi sorak-sorai penonton yang memenuhi sisi lapangan, permainan cepat dan atraktif dari kedua kesebelasan sukses menghibur para pendukung.
Permainan yang semula imbang dengan pemain BPBD FC yang tampil solid dan disiplin. Namun, kondisi itu tidak berlangsung lama, kebuntuan akhirnya pesah setelah pemain Setda FC, Sarju membobol gawang lawan dan skornya menjadi 1-0.
Keunggulan Setda FC tak sampai di situ, dengan taktik menyerang dan terus menekan berhasil menambah dan semakin memperlebar selisih gol. Memasuki babak kedua, dominasi dan penguasaan bola Setda FC tak terelakkan. Dua gol tambahan yang dicetak Fadli dan Minto memastikan kemenangan telak 3-0 hingga wasit membunyikan peluit panjang.
Kemenangan tersebut, mengantarkan Setda FC melaju ke Grand Final. Pada partai puncak, mereka akan bertemu Tim Sekretariat Dewan (Setwan) FC setelah menumbangkan sang juara bertahan, Tim Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) FC dengan skor tipis 2-1.
Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris, yang tergabung dalam Tim Setda FC, mengatakan bahwa timnya berhasil melaju ke partai puncak. Ia mengatakan pertemuan kedua tim akan jauh lebih menarik.
“Tadi kami lawan Tim BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah, red). Alhamdulillah, kami menang 3-0,” ungkap Agus Haris saat dikonfirmasi, Selasa (31/3/2026) malam.
Lebih lanjut, kata Agus Haris, duel besok pada Rabu (1/4/2026) tak ada persiapan khusus. “Besok final main lawan Tim Setwan (Sekretariat Dewan, red), berhasil menang 2-1 atas Disdikbud,” sambungnya.
Kendati demikian, strategi terbaik akan diterapkan dan menurunkan seluruh squad utama termasuk pemain pelapis. Prinsip permainan menyerang menjadi andalan untuk meraih kemenangan.
“Pertahanan terbaik adalah dengan cara tampil menyerang,” tukasnya.
Agus Haris menambahkan, ajang ini bukan kali pertama yang berjalan di tahun ini, melainkan tournament kedua. Menurutnya, permain secaman ini memberikan dampak positif. Tak sekadar ajang kompetisi antar instansi, melainkan sebagai wadah silaturahmi sekaligus refreshing setelah penat bekerja seharian.
“Silaturahmi sambil berolahraga. Tentu juga dapat menyalurkan hobi,” pungkasnya.
Sementara itu, diwawancara terpisah, Ketua DPRD Kota Bontang, Andi Faizal Sofyan Hasdam, menilai kegiatan ini sebagai ajang silaturahmi untuk mendekatkan antarpegawai. Ia menekankan pentingnya kolaborasi, membangun sinergitas dan kerja sama tim melalui kegiatan olahraga.
“Kegiatan ini kan intinya bagaimana bisa berolahraga sekaligus silaturahmi. Lebih rukun dan bersinergi antar OPD (Organisasi Perangkat Daerah, red),” sebutnya saat diwawancara Trending.co.id lewat sambungan telepon usai laga berlangsung.
Adapun kompetisi yang berlangsung, kata dia, adalah bonus. Menurutnya, prinsip dari kegiatan ini yaitu menerapkan cara hidup sehat.
Kedepan, politisi Partai Golkar itu mengatakan, kejuaraan serupa akan kembali digelar dengan skala lebih besar. Pertandingan berikutnya diperkirakan akan terlaksana di bulan Juli mendatang.
“Nanti setelah ini kita akan bermain di lapangan yang lebih besar. Yang sedang berlangsung kan Minisoccer,” tandasnya.
Disinggung terkait strategi yang bakal digunakan saat bertemu Setda FC. Ia mengaku tidak menyiapkan taktik khusus. “Tidak ada, hanya bermain saja,” tutupnya.
Diketahui Kejuaraan OPERDA Ketua DPRD Cup merupakan agenda yang diinisiasi Sekretariat DPRD Kota Bontang dan diikuti sebanyak 12 tim dari berbagai OPD di Kota Taman. (Jy)












Discussion about this post