Trending.co.id, Bontang – Wakil Wali Kota Bontang Agus Haris melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah rumah pelanggan Perusahaan Air Minum Daerah (Perumda) Tirta Taman, Selasa (14/4/2026). Langkah ini dilakukan, menyusul adanya keluhan masyarakat terkait lonjakan tarif air yang dinilai meresahkan.
Kenaikan tarif air diketahui mulai berlaku sejak awal April 2026. Saat melakukan pembayaran, sejumlah warga mengaku terkejut dengan tagihan air yang membengkak hingga lebih 100 persen dibandingkan bulan sebelumnya.
Untuk memastikan penyebabnya, orang nomornya dua di Kota Taman tersebut turun langsung meninjau rumah warga. Ia didampingi Direktur Perumda Tirta, Suramin, mengunjungi dua rumah warga di dua lokasi yakni Jalan Kapal Selam 1, RT 18, Kelurahan Lok Tuan, Kecamatan Bontang Utara dan Jalan Kerapu 3, Kelurahan Tanjung Laut, Kecamatan Bontang Selatan.
Berdasarkan pantauan wartawan di lapangan, pembayaran air yang melambung tinggi dipicu skema penggunaan meteran yang tidak sesuai ketentuan. Salah satunya, satu sambungan rumah (SR) digunakan empat hingga enam kepala keluarga.
Kondisi tersebut, menyebabkan pemakaian air melampaui batas maksimal subsidi dari pemerintah daerah. Adapun, subsidi yang diberikan kepada pelanggan kategori rumah tangga dengan pemakaian maksimal 30 meter kubik.
Adapun rinciannya, 0 sampai 10 meter kubik diharga Rp2.750 per kubik, 11–20 meter kubik senilai Rp4.750 per kubik, dan pemakaian air 21–30 meter kubik sekitar Rp6.250 per kubik. Sementara, konsumsi di atas 30 meter kubik, maka tarif air masuk ke sistem blok konsumsi niaga/usaha dengan harga Rp11.750 per meter kubik.
Di Kelurahan Lok Tuan, misalnya, ditemukan satu meteran disalurkan untuk enam rumah tangga dengan total pemakaian mencapai 161 meter kubik. Akibatnya, beban biaya mencapai Rp1,7 juta. Begitu pula di Kelurahan Tanjung Laut, satu meteran didistribusikan kepada empat keluarga dengan pemakaian 102 meter kubik, sehingga tagihan mencapai Rp1.090.000.
“Pemakaian bulan Februari, kami bayar sekitar Rp400 ribu dan bulan Maret berkisar Rp500 ribu. Nah bulan April ini kaget, kok tiba-tiba Rp1 juta lebih,” ungkap Ela warga Tanjung Laut merupakan pelanggan.
Pimpinan Perumda Tirta Taman, Suramin, menjelaskan aturan pemakaian untuk satu kilometer sambungan rumah maksimal empat orang dengan asumsi konsumsi sekitar 10 meter kubik per bulan. Dengan kondisi satu SR melebihi satu keluarga, hal ini memicu pembayaran naik drastis.
“Aturannya, satu meteran untuk sambungan rumah maksimal satu keluarga dengan jumlah empat orang. Nah ini yang terjadi, karena lebih dari satu keluarga dan pemakaian di atas 30 meter kubik, maka hitungan masuk golongan usaha/niaga dengan tarif lebih tinggi,” ungkap Suramin.
Agar tidak mengalami lompatan tagihan air. Suramin menyarankan untuk setiap rumah tangga memasang sambungan meteran air baru. Supaya pemakaian air dapat terkontrol.
Untuk skema pemasangan baru, ia menjelaskan, harga pasang sekitar Rp2,3 juta dengan uang muka sebesar Rp500 ribu. Warga tak perlu khawatir, sisa biaya dapat dicicil atau kredit hingga batas waktu satu tahun.
“Sarannya, bisa tambah meteran air. Syarat tidak rumit dan juga bisa dicicil. Dengan begitu, pemakaian air dapat dikontrol,” pungkasnya.
Sementara itu, dalam kunjungannya, Agus Haris, berdialog singkat dengan pemilik rumah. Dalam percakapan tersebut, Agus Haris, menegaskan, kehadirannya untuk mengetahui pasti penyebab penyebab lonjakan tagihan air yang dikeluhkan warga serta bentuk tanggung jawab pemerintah dalam memberikan pelayanan terbaik terhadap warga.
“Hal ini merupakan tanggung jawab kami sebagai pemerintah untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat,” ujar Agus Haris.
Selain itu, ia juga meminta warga agar tidak ragu menyampaikan keluhan, baik kepada pemerintah maupun kepada Perumda. Terkait mekanisme meteran baru, menurutnya, upaya tersebut merupakan solusi kongkret agar tidak menimbulkan lonjakan tarif bagi masyarakat.
“Silahkan disampaikan, kehadiran saya di sini untuk memastikan secara langsung dan mencarikan solusi yang terbaik untuk warga,” pungkasnya. (Jy).











Discussion about this post