Trending
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Trending
  • Berita Daerah
  • Advertorial
  • Nasional
  • Opini
Trending
  • Beranda
  • Trending
  • Berita Daerah
  • Advertorial
  • Nasional
  • Opini
No Result
View All Result
Trending
No Result
View All Result
Home Berita Daerah

Sidak Tagihan Air Membengkak, Wawali Bontang Temukan Fakta Mengejutkan

by admin
14/04/2026
in Berita Daerah, Trending
Sidak Tagihan Air Membengkak, Wawali Bontang Temukan Fakta Mengejutkan

Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris (kanan foto) berdialog dengan warga Tanjung Laut, Ela (kiri foto) saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) terkait kenaikan tarif air yang dikeluhkan warga di Jalan Kerapu III, Kelurahan Tanjung Laut, Kecamatan Bontang Selatan, Selasa (14/3/2026).

Share on FacebookShare on Twitter

 

Trending.co.id, Bontang – Wakil Wali Kota Bontang Agus Haris melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah rumah pelanggan Perusahaan Air Minum Daerah (Perumda) Tirta Taman, Selasa (14/4/2026). Langkah ini dilakukan, menyusul adanya keluhan masyarakat terkait lonjakan tarif air yang dinilai meresahkan.

Kenaikan tarif air diketahui mulai berlaku sejak awal April 2026. Saat melakukan pembayaran, sejumlah warga mengaku terkejut dengan tagihan air yang membengkak hingga lebih 100 persen dibandingkan bulan sebelumnya.

Untuk memastikan penyebabnya, orang nomornya dua di Kota Taman tersebut turun langsung meninjau rumah warga. Ia didampingi Direktur Perumda Tirta, Suramin, mengunjungi dua rumah warga di dua lokasi yakni Jalan Kapal Selam 1, RT 18, Kelurahan Lok Tuan, Kecamatan Bontang Utara dan Jalan Kerapu 3, Kelurahan Tanjung Laut, Kecamatan Bontang Selatan.

Berdasarkan pantauan wartawan di lapangan, pembayaran air yang melambung tinggi dipicu skema penggunaan meteran yang tidak sesuai ketentuan. Salah satunya, satu sambungan rumah (SR) digunakan empat hingga enam kepala keluarga.

Kondisi tersebut, menyebabkan pemakaian air melampaui batas maksimal subsidi dari pemerintah daerah. Adapun, subsidi yang diberikan kepada pelanggan kategori rumah tangga dengan pemakaian maksimal 30 meter kubik.

Adapun rinciannya, 0 sampai 10 meter kubik diharga Rp2.750 per kubik, 11–20 meter kubik senilai Rp4.750 per kubik, dan pemakaian air 21–30 meter kubik sekitar Rp6.250 per kubik. Sementara, konsumsi di atas 30 meter kubik, maka tarif air masuk ke sistem blok konsumsi niaga/usaha dengan harga Rp11.750 per meter kubik.

Di Kelurahan Lok Tuan, misalnya, ditemukan satu meteran disalurkan untuk enam rumah tangga dengan total pemakaian mencapai 161 meter kubik. Akibatnya, beban biaya mencapai Rp1,7 juta. Begitu pula di Kelurahan Tanjung Laut, satu meteran didistribusikan kepada empat keluarga dengan pemakaian 102 meter kubik, sehingga tagihan mencapai Rp1.090.000.

“Pemakaian bulan Februari, kami bayar sekitar Rp400 ribu dan bulan Maret berkisar Rp500 ribu. Nah bulan April ini kaget, kok tiba-tiba Rp1 juta lebih,” ungkap Ela warga Tanjung Laut merupakan pelanggan.

Pimpinan Perumda Tirta Taman, Suramin, menjelaskan aturan pemakaian untuk satu kilometer sambungan rumah maksimal empat orang dengan asumsi konsumsi sekitar 10 meter kubik per bulan. Dengan kondisi satu SR melebihi satu keluarga, hal ini memicu pembayaran naik drastis.

“Aturannya, satu meteran untuk sambungan rumah maksimal satu keluarga dengan jumlah empat orang. Nah ini yang terjadi, karena lebih dari satu keluarga dan pemakaian di atas 30 meter kubik, maka hitungan masuk golongan usaha/niaga dengan tarif lebih tinggi,” ungkap Suramin.

Agar tidak mengalami lompatan tagihan air. Suramin menyarankan untuk setiap rumah tangga memasang sambungan meteran air baru. Supaya pemakaian air dapat terkontrol.

Untuk skema pemasangan baru, ia menjelaskan, harga pasang sekitar Rp2,3 juta dengan uang muka sebesar Rp500 ribu. Warga tak perlu khawatir, sisa biaya dapat dicicil atau kredit hingga batas waktu satu tahun.

“Sarannya, bisa tambah meteran air. Syarat tidak rumit dan juga bisa dicicil. Dengan begitu, pemakaian air dapat dikontrol,” pungkasnya.

Sementara itu, dalam kunjungannya, Agus Haris, berdialog singkat dengan pemilik rumah. Dalam percakapan tersebut, Agus Haris, menegaskan, kehadirannya untuk mengetahui pasti penyebab penyebab lonjakan tagihan air yang dikeluhkan warga serta bentuk tanggung jawab pemerintah dalam memberikan pelayanan terbaik terhadap warga.

“Hal ini merupakan tanggung jawab kami sebagai pemerintah untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat,” ujar Agus Haris.

Selain itu, ia juga meminta warga agar tidak ragu menyampaikan keluhan, baik kepada pemerintah maupun kepada Perumda. Terkait mekanisme meteran baru, menurutnya, upaya tersebut merupakan solusi kongkret agar tidak menimbulkan lonjakan tarif bagi masyarakat.

“Silahkan disampaikan, kehadiran saya di sini untuk memastikan secara langsung dan mencarikan solusi yang terbaik untuk warga,” pungkasnya. (Jy).

Share306Tweet191Share76

Related Posts

Triwulan I 2026, Polres Bontang Ungkap 17 Kasus Narkoba, Amankan 24 Pelaku
Berita Daerah

Triwulan I 2026, Polres Bontang Ungkap 17 Kasus Narkoba, Amankan 24 Pelaku

20/04/2026
Warga Keluhkan Tagihan Air Melonjak, Wawali Bontang Akan Cek Langsung
Berita Daerah

Warga Keluhkan Tagihan Air Melonjak, Wawali Bontang Akan Cek Langsung

10/04/2026
Tumbangkan Setwan 2-0, Setda FC Rebut Juara OPERDA Minisoccer DPRD Cup 2026
Berita Daerah

Tumbangkan Setwan 2-0, Setda FC Rebut Juara OPERDA Minisoccer DPRD Cup 2026

01/04/2026
OPERDA Minisoccer DPRD Cup: Taklukan BPBD FC 3-0, Setda Melaju ke Final Hadapi Setwan
Berita Daerah

OPERDA Minisoccer DPRD Cup: Taklukan BPBD FC 3-0, Setda Melaju ke Final Hadapi Setwan

01/04/2026
Wali Kota Resmikan SPPG ke-19 di Bontang Lestari, Tekankan Mutu Gizi Anak
Berita Daerah

Wali Kota Resmikan SPPG ke-19 di Bontang Lestari, Tekankan Mutu Gizi Anak

30/03/2026
Pria di Berebas Tengah Diringkus Polisi, 23 Poket Sabu Diamankan 
Berita Daerah

Pria di Berebas Tengah Diringkus Polisi, 23 Poket Sabu Diamankan 

28/03/2026
Next Post
Triwulan I 2026, Polres Bontang Ungkap 17 Kasus Narkoba, Amankan 24 Pelaku

Triwulan I 2026, Polres Bontang Ungkap 17 Kasus Narkoba, Amankan 24 Pelaku

Discussion about this post

Trending Hari Ini

  • Triwulan I 2026, Polres Bontang Ungkap 17 Kasus Narkoba, Amankan 24 Pelaku

    Triwulan I 2026, Polres Bontang Ungkap 17 Kasus Narkoba, Amankan 24 Pelaku

    742 shares
    Share 297 Tweet 186
  • Mewujudkan Kesejahteraan dengan Islam Kaffah

    746 shares
    Share 298 Tweet 187
  • Optimalisasi APBD 2025, Sekwan DPRD Kaltim Hadiri Rapat Evaluasi Pekerjaan Potensial Tidak Selesai

    749 shares
    Share 300 Tweet 187
  • M Yusuf Minta Kebutuhan Fasilitasi Kesehatan Diusulkan dalam Musrenbang

    744 shares
    Share 298 Tweet 186
  • Ngamar Saat Ramadan, Dua Pasangan Terjaring Razia Satpol PP Bontang

    765 shares
    Share 306 Tweet 191

Berita Terkini

Triwulan I 2026, Polres Bontang Ungkap 17 Kasus Narkoba, Amankan 24 Pelaku

Triwulan I 2026, Polres Bontang Ungkap 17 Kasus Narkoba, Amankan 24 Pelaku

20/04/2026
Sidak Tagihan Air Membengkak, Wawali Bontang Temukan Fakta Mengejutkan

Sidak Tagihan Air Membengkak, Wawali Bontang Temukan Fakta Mengejutkan

14/04/2026
Warga Keluhkan Tagihan Air Melonjak, Wawali Bontang Akan Cek Langsung

Warga Keluhkan Tagihan Air Melonjak, Wawali Bontang Akan Cek Langsung

10/04/2026
Trending

© 2025 Trending - Developed by Vision Web Development.

  • Susunan Redaksi

Follow Us

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Trending
  • Berita Daerah
  • Advertorial
  • Nasional
  • Opini

© 2025 Trending - Developed by Vision Web Development.