Trending.co.id, Bontang – Tingginya angka kehamilan pada anak di bawah umur di Kota Bontang menjadi perhatian serius DPRD Kota Bontang. Dalam kurun waktu sekitar lima bulan terakhir, tercatat sebanyak 59 kasus kehamilan usia anak, sehingga mendorong Komisi A DPRD untuk menggelar rapat dengar pendapat (RDP) bersama sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan tokoh lintas agama, Kamis (9/7/2026).
Rapat yang berlangsung di Ruang Rapat Lantai II Sekretariat DPRD Kota Bontang itu dipimpin Sekretaris Komisi A DPRD Kota Bontang, Saeful Rizal. Hadir dalam pertemuan tersebut Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bontang, Saparudin, Kepala Bidang Pemberdayaan Masyarakat Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat (Dinsos-PM), Lukmanul Hakim, serta jajaran tokoh agama yang tergabung dalam Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Kota Bontang.
Tokoh lintas agama yang hadir di antaranya Ketua FKUB Kota Bontang K.H. Mulkan Adzima, Jamariah, I Made Hermawan dari komunitas Hindu, Pavel Brillian A dari Buddha, Pendeta Philipus T mewakili Kristen Protestan, dan Hendrik D dari Agama Katolik.
Dalam rapat tersebut, Lukmanul Hakim memaparkan bahwa penanganan persoalan kehamilan usia anak tidak dapat dilakukan oleh satu instansi saja. Menurutnya, diperlukan pendekatan yang melibatkan seluruh elemen masyarakat, mulai dari pemerintah, keluarga, lembaga pendidikan hingga tokoh agama.
“Edukasi berbasis masyarakat melalui pemerintah kelurahan perlu diperkuat agar masyarakat memahami dampak negatif kehamilan di usia dini, baik dari sisi kesehatan, pendidikan, maupun masa depan anak,” ungkap Lukman.
Selain itu, koordinasi lintas OPD juga dinilai penting agar upaya pencegahan berjalan lebih efektif. Lukmanul menegaskan, peran FKUB menjadi sangat strategis dalam memberikan edukasi moral dan nilai-nilai keagamaan kepada masyarakat.
Dalam forum tersebut juga mengemuka sejumlah usulan, di antaranya perlunya dukungan DPRD melalui penguatan regulasi dan alokasi anggaran, pembentukan tim terpadu lintas sektor, penyusunan rencana aksi bersama seluruh OPD terkait, hingga pelaksanaan monitoring dan evaluasi secara berkala terhadap program pencegahan kehamilan usia anak.
Menanggapi masukan tersebut, Saeful Rizal mengatakan RDP digelar sebagai langkah awal menyusun strategi bersama untuk mengatasi persoalan yang dinilai mengkhawatirkan tersebut. Politikus PKS itu menilai tingginya angka kehamilan anak menjadi persoalan bersama yang harus segera ditangani melalui kolaborasi seluruh pemangku kepentingan.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah meluangkan waktu untuk hadir. Pertemuan ini menjadi langkah bersama dalam mencari solusi atas persoalan yang dihadapi generasi muda kita,” sebutnya di depan peserta rapat.
Lebih lanjut, Saeful, menekankan pentingnya keterlibatan tokoh lintas agama dalam membangun pendidikan karakter dan akhlak bagi anak-anak dan remaja. Menurutnya, pembinaan moral menjadi salah satu upaya preventif untuk menekan angka kehamilan di usia anak.
“Kedepannya kita semua harus memberikan perhatian maksimal dan melibatkan tokoh lintas agama agar nilai-nilai akhlak dan karakter dapat ditanamkan kepada anak-anak sejak dini. Harapannya, kasus ini bisa diminimalisir sehingga Bontang benar-benar menjadi Kota TAMAN, yakni Tertib, Agamis, Mandiri, Aman, dan Nyaman,” pungkasnya. (Adv/DPRD Bontang)











Discussion about this post