Trending
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Trending
  • Berita Daerah
  • Advertorial
  • Nasional
  • Opini
Trending
  • Beranda
  • Trending
  • Berita Daerah
  • Advertorial
  • Nasional
  • Opini
No Result
View All Result
Trending
No Result
View All Result
Home advetorial

Destructive Fishing Ancam Laut Berau, M. Udin: Kelompok Nelayan Tradisional Mengeluh

by admin
05/11/2023
in advetorial
Destructive Fishing Ancam Laut Berau, M. Udin: Kelompok Nelayan Tradisional Mengeluh

Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Timur, M. Udin.(al/trending.co.id)

Share on FacebookShare on Twitter

Trending.co.id, Samarinda – Lautan di Indonesia ini bukan hanya sumber keindahan eksotis, tetapi juga sumber daya vital bagi penduduknya. Salah satunya adalah Kalimantan Timur, di mana laut menjadi sebuah tambang emas bagi para nelayan tradisional.

Menurut data dari Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalimantan Timur, produksi perikanan di Benua Etam mencapai rata-rata 150 ton per tahun, dengan nilai ekonomi mencapai 3,5 triliun. Sektor kelautan dan perikanan ini tidak hanya menjadi penggerak ekonomi, tetapi juga kontributor utama terhadap ketahanan gizi dan pangan.

Namun, dalam beberapa bulan terakhir, masalah serius datang dalam bentuk praktek Destructive Fishing (DF) atau penangkapan ikan secara ilegal yang merusak ekosistem laut. Praktek-praktek seperti pengeboman, penggunaan bahan kimia, bahan peledak, dan setrum menjadi ancaman serius bagi kelompok nelayan tradisional di Kabupaten Berau.

Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Timur, M. Udin, menggarisbawahi pentingnya menangani praktek Destructive Fishing yang merusak sumber daya ikan dan lingkungan.

Kelompok Nelayan Marlin, yang beroperasi di Balikukup, Kecamatan Batu Putih, Berau, telah mengirimkan surat terbuka kepada pemerintah. Surat ini berisi keluhan tentang penggunaan bahan kimia, bahan peledak, setrum, dan alat tangkap merusak lingkungan laut. Marlin merupakan kelompok nelayan tradisional yang selama ini menggunakan metode tangkap ikan ramah lingkungan seperti pancing dan rawai. Mereka berbeda dari nelayan kompresor yang menggunakan peralatan yang merusak sumber daya laut.

“Surat ini berisi keluhan tentang penangkapan ikan menggunakan bahan kimia, bahan peledak, setrum, dan alat tangkap yang merusak lingkungan,” ungkap politisi Golkar ini.

Aktivitas Destructive Fishing ini telah menyebabkan kerusakan pada terumbu karang yang sangat penting bagi kehidupan laut. Kelompok nelayan tradisional di Kabupaten Berau merasa terancam, dan jika praktek ini tidak dihentikan, akan berdampak pada ekonomi mereka, kesulitan memenuhi kebutuhan keluarga, dan biaya pendidikan anak-anak.

M. Udin berharap pemerintah provinsi dapat segera mengambil tindakan tanpa perlu berkoordinasi dengan aparat lokal yang dianggap tidak terpercaya oleh kelompok nelayan. Langkah ini diharapkan dapat melindungi lingkungan laut dan mata pencaharian kelompok nelayan tradisional di Kalimantan Timur.

Praktek Destructive Fishing menjadi tantangan serius dalam menjaga keberlanjutan sumber daya laut Indonesia. Langkah-langkah tegas dan kolaborasi antara pemerintah, kelompok nelayan, dan masyarakat sangat diperlukan untuk melindungi kekayaan laut yang tak ternilai ini.

“Permintaan ini disampaikan sebagai langkah meminta untuk melindungi lingkungan laut dan mata pencaharian kelompok nelayan tradisional di Kaltim,” tandasnya.(al/adv dprd kaltim)

Share298Tweet186Share74

Related Posts

KNPI Usulkan ‘Musbangda’ Masuk Raperda Kepemudaan, DPRD Bontang Beri Dukungan
advetorial

KNPI Usulkan ‘Musbangda’ Masuk Raperda Kepemudaan, DPRD Bontang Beri Dukungan

14/07/2026
Disdikbud Ungkap Kasus Anak Melahirkan di RSUD Bukan Warga Bontang, Komisi A DPRD Siapkan Tindak Lanjut
advetorial

Disdikbud Ungkap Kasus Anak Melahirkan di RSUD Bukan Warga Bontang, Komisi A DPRD Siapkan Tindak Lanjut

10/07/2026
Komisi A DPRD Bahas 59 Kasus Kehamilan Anak, Disdikbud Bontang Tekankan Peran Orang Tua
advetorial

Komisi A DPRD Bahas 59 Kasus Kehamilan Anak, Disdikbud Bontang Tekankan Peran Orang Tua

10/07/2026
59 Kasus Kehamilan Anak dalam Lima Bulan, Komisi A DPRD Bontang Gelar RDP Cari Solusi
advetorial

59 Kasus Kehamilan Anak dalam Lima Bulan, Komisi A DPRD Bontang Gelar RDP Cari Solusi

09/07/2026
 DPRD Bontang Soroti 59 Kasus Kehamilan Anak, Dorong Kolaborasi OPD dan Tokoh Agama
advetorial

 DPRD Bontang Soroti 59 Kasus Kehamilan Anak, Dorong Kolaborasi OPD dan Tokoh Agama

09/07/2026
Rustam Ungkap Dua PSN Batal Dibangun di Bontang, Raperda Penanaman Modal Diharapkan Pulihkan Kepercayaan Investor
advetorial

Rustam Ungkap Dua PSN Batal Dibangun di Bontang, Raperda Penanaman Modal Diharapkan Pulihkan Kepercayaan Investor

06/07/2026
Next Post
Perselisihan Warga Perumahan dan Developer Masih Berlanjut, ATOS: Kami Hanya Bisa Mediasi

Perselisihan Warga Perumahan dan Developer Masih Berlanjut, ATOS: Kami Hanya Bisa Mediasi

Discussion about this post

Trending Hari Ini

  • Nidya Listiyono Pertanyakan Serapan Anggaran Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM di Kaltim

    Nidya Listiyono Pertanyakan Serapan Anggaran Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM di Kaltim

    744 shares
    Share 298 Tweet 186
  • Hardiknas 2025, Gubernur Harum Ajak Masyarakat Bersatu Wujudkan Pendidikan Bermutu

    743 shares
    Share 297 Tweet 186
  • Putri Nur Azizah, Paskibraka Asal Bontang Lolos ke Nasional

    864 shares
    Share 346 Tweet 216
  • Bupati Kukar Hadiri Pisah Sambut Kapolda Kaltim, Dorong Sinergi Pemda dan Kepolisian Jaga Stabilitas Daerah

    742 shares
    Share 297 Tweet 186
  • MTQ ke-46 Kecamatan Loa Janan Resmi Dibuka dengan 8 Kafilah Berpartisipasi

    743 shares
    Share 297 Tweet 186

Berita Terkini

Jual Beli Karbon Biru ; Potensi Cuan di Padang Lamun Bontang?

Jual Beli Karbon Biru ; Potensi Cuan di Padang Lamun Bontang?

17/07/2026
KNPI Usulkan ‘Musbangda’ Masuk Raperda Kepemudaan, DPRD Bontang Beri Dukungan

KNPI Usulkan ‘Musbangda’ Masuk Raperda Kepemudaan, DPRD Bontang Beri Dukungan

14/07/2026
Disdikbud Ungkap Kasus Anak Melahirkan di RSUD Bukan Warga Bontang, Komisi A DPRD Siapkan Tindak Lanjut

Disdikbud Ungkap Kasus Anak Melahirkan di RSUD Bukan Warga Bontang, Komisi A DPRD Siapkan Tindak Lanjut

10/07/2026
Trending

© 2025 Trending - Developed by Vision Web Development.

  • Susunan Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Contact
  • Kode Etik Jurnalistik

Follow Us

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Trending
  • Berita Daerah
  • Advertorial
  • Nasional
  • Opini

© 2025 Trending - Developed by Vision Web Development.