
Trending.co.id, Kaltim – Tingkat kesejahteraan petani di Kalimantan Timur menunjukkan peningkatan pada Maret 2025. Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim mencatat Nilai Tukar Petani (NTP) mencapai 148,93 atau naik 0,56 persen dibanding Februari 2025.
Sabtu (19/4/2025) di Samarinda, Kepala BPS Kaltim, Yusniar Juliana, mengungkapkan bahwa kenaikan NTP dipicu oleh meningkatnya Indeks Harga yang Diterima Petani (It) sebesar 2,41 persen, sementara kenaikan Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) hanya sebesar 1,85 persen.
Secara rinci, NTP per subsektor pada Maret 2025 tercatat sebagai berikut: tanaman pangan (NTPP) sebesar 100,57, hortikultura (NTPH) 127,27, tanaman perkebunan rakyat (NTPR) 210,58, peternakan (NTPT) 107,13, dan perikanan (NTNP) 100,56.
Terdapat dua subsektor yang mengalami peningkatan NTP, yakni hortikultura yang naik 2,54 persen dan tanaman perkebunan rakyat sebesar 0,94 persen. Sementara tiga subsektor lainnya mengalami penurunan, yaitu tanaman pangan turun 0,51 persen, peternakan turun 0,58 persen, dan perikanan turun 0,96 persen.
Selain itu, BPS Kaltim juga mencatat kenaikan pada Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) yang mencapai 155,23 atau naik 1,71 persen dibanding Februari 2025 yang sebesar 152,62.
Empat subsektor yang mengalami kenaikan NTUP antara lain tanaman pangan naik 0,75 persen, hortikultura naik 4,47 persen, tanaman perkebunan rakyat naik 2,05 persen, dan perikanan naik 0,40 persen. Adapun subsektor peternakan tercatat mengalami penurunan NTUP sebesar 0,31 persen.
“Tren positif ini mencerminkan perbaikan daya beli petani, terutama dari subsektor hortikultura dan perkebunan rakyat, yang memberi kontribusi signifikan terhadap peningkatan kesejahteraan rumah tangga petani,” ujar Yusniar.
[Adv | Diskominfo Kaltim]












Discussion about this post