Trending.co.id, Kaltim – Ketua Panitia Khusus (Pansus) LKPj Gubernur Kalimantan Timur, Agus Suwandi, menekankan urgensi optimalisasi terhadap berbagai aset dan infrastruktur olahraga yang telah direhabilitasi menggunakan dana besar dari APBD. Dalam peninjauan ke sejumlah fasilitas milik Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltim, Pansus mencatat bahwa aset-aset yang telah selesai dibangun harus segera dimanfaatkan agar tidak menjadi beban keuangan pemerintah daerah.
Agus menyoroti khusus rehabilitasi Stadion Kadrie Oening Sempaja yang menelan anggaran hampir Rp10 miliar. Ia menilai fasilitas olahraga seperti ini sangat dibutuhkan oleh masyarakat, sehingga harus dirawat dan digunakan secara maksimal. “Jangan sampai stadion yang sudah diperbaiki ini tidak digunakan dengan optimal. Fasilitas publik harus benar-benar bisa dinikmati warga,” ujarnya, Minggu (27/4/2025).
Agus juga mendorong agar pengelolaan Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) di bawah Dispora dapat diubah statusnya menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). Menurutnya, pengelolaan dengan skema BLUD akan lebih fleksibel dan profesional dibandingkan dengan sistem birokratis yang kerap menghambat operasional. “Termasuk Convention Hall, sebaiknya dikelola langsung secara bisnis atau dikerjasamakan dengan pihak ketiga agar menghasilkan,” katanya.
Sorotan utama Pansus juga tertuju pada Hotel Atlet yang baru saja selesai direhabilitasi dengan nilai proyek mencapai Rp111,2 miliar. Agus mendesak agar dalam waktu 100 hari ke depan, Pemerintah Provinsi Kaltim sudah memiliki skema pengelolaan yang jelas agar hotel tidak mangkrak. “Kalau tidak cepat dimanfaatkan, aset ini akan menyusut nilainya. Kita tidak ingin proyek strategis hanya jadi monumen,” tegasnya.
Untuk Convention Hall yang direhabilitasi senilai Rp11,9 miliar, Pansus menyarankan agar fungsinya diperluas sebagai pusat aktivitas pemerintahan, bukan hanya untuk acara seremonial. Agus menilai pemanfaatan gedung ini akan lebih efisien jika digunakan sebagai pusat layanan, dibandingkan membangun kantor-kantor baru yang akhirnya tidak terisi penuh.
Tak hanya itu, rehabilitasi Lapangan Tenis Vorvo senilai Rp6,86 miliar juga menjadi perhatian. Agus mengingatkan bahwa proyek tersebut telah dua kali mengalami perpanjangan waktu kerja dan ditargetkan rampung pada 10 Mei mendatang. “Begitu selesai, harus segera digunakan. Jangan dibiarkan kosong. Kita ingin setiap rupiah anggaran punya dampak nyata bagi publik,” ujarnya.
Pansus berharap Pemerintah Provinsi segera merespons catatan strategis ini dengan langkah konkret, demi efisiensi anggaran dan pelayanan publik yang lebih tepat guna.
[Adv | DPRD Kaltim]












Discussion about this post