
Trending.co.id, Kaltim – Harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit di Provinsi Kalimantan Timur terus menunjukkan tren penurunan hingga akhir Mei 2025. Penurunan ini tercatat merata di semua kelompok umur tanaman, termasuk pada pohon sawit usia produktif di atas 10 tahun yang kini dihargai Rp 3.240,10 per kilogram.
Hal tersebut disampaikan oleh Plt Kepala Dinas Perkebunan Kaltim, Andi Siddik, dalam keterangan resminya pada Rabu (4/5/2025). Ia menjelaskan bahwa pelemahan harga TBS dipicu oleh faktor internal, utamanya karena turunnya harga crude palm oil (CPO) dan inti sawit (kernel) dari hampir seluruh perusahaan sumber data.
“Penurunan harga CPO dan kernel jelas berdampak pada harga TBS yang diterima petani. Ini menjadi tantangan yang harus kita waspadai bersama,” ujar Andi Siddik. Ia mengungkapkan bahwa harga CPO tertimbang saat ini berada di angka Rp 13.568,33 per kg, sementara kernel rata-rata tertimbang berada di Rp 12.779,51 per kg, dengan indeks K sebesar 89,82 persen.
Untuk harga TBS berdasarkan kelompok umur tanaman sawit pada periode 16–31 Mei 2025, Andi merinci, pohon usia 3 tahun dihargai Rp 2.851,42 per kg. Sementara itu, usia 4 tahun Rp 3.038,04, usia 5 tahun Rp 3.058,91, usia 6 tahun Rp 3.092,47, dan usia 7 tahun Rp 3.111,62 per kg. Pohon usia 8 tahun tercatat Rp 3.134,63 dan usia 9 tahun sebesar Rp 3.202 per kg.
Andi juga menegaskan bahwa harga-harga ini merupakan standar yang diberlakukan bagi petani sawit yang telah menjalin kemitraan dengan perusahaan pemilik pabrik kelapa sawit, khususnya kebun plasma. Harga tersebut ditetapkan melalui mekanisme yang telah disepakati antara kelompok tani dan pabrik minyak sawit (PMS).
Melalui skema kemitraan ini, pemerintah berharap petani dapat terhindar dari permainan harga oleh tengkulak dan memperoleh harga yang wajar sesuai standar. “Ini bagian dari upaya kita dalam memperkuat posisi tawar petani dan mewujudkan kesejahteraan melalui kolaborasi langsung dengan pabrik pengolah,” pungkasnya.
[Adv | Diskominfo Kaltim]












Discussion about this post