Trending.co.id, Kutai Timur – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menargetkan tahun 2026 sebagai titik lompatan investasi terbesar dalam satu dekade terakhir.
Melalui strategi yang lebih terarah, pemerintah daerah berupaya mendorong peningkatan signifikan pada Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dan Penanaman Modal Asing (PMA) dengan memaksimalkan seluruh potensi unggulan yang dimiliki setiap kecamatan.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kutim, Darsafani, menyebutkan bahwa percepatan investasi tidak hanya mengandalkan promosi, tetapi dimulai dari pembenahan data dan penguatan fondasi perencanaan.
“Kutim memiliki prospek besar, dan tugas kami adalah memastikan iklim investasi semakin kondusif dan kompetitif,” ujarnya.
Sebagai langkah awal, DPMPTSP mempercepat penguatan basis data potensi wilayah. Informasi mengenai sektor komoditas, ketersediaan lahan, rantai logistik, hingga kebutuhan pasar disusun lebih detail dan sistematis.
Data ini disiapkan agar investor, baik lokal maupun internasional, mampu membaca peluang dengan mudah dan mengambil keputusan yang cepat.
DPMPTSP juga melakukan pemetaan ulang sektor prioritas, mencakup pertanian modern, perikanan bernilai tambah, energi, industri pengolahan, serta jasa pendukung usaha.
Setiap sektor dianalisis berdasarkan daya saing dan peluang ekspansinya di 2026.
Forum bisnis, roadshow investasi, hingga pertemuan teknis digelar secara terjadwal untuk memberikan kepastian sejak awal proses penjajakan.
“Kami ingin investor merasa diperhatikan dan memahami bahwa Kutim sangat serius membuka ruang usaha seluas-luasnya,” tegasnya.
Pemerintah daerah optimistis bahwa strategi komprehensif ini mampu menghasilkan peningkatan investasi yang signifikan.
Selain membuka lapangan kerja baru, masuknya investasi juga diharapkan dapat memperkuat daya saing ekonomi lokal, mendorong hadirnya industri turunan, serta menciptakan pemerataan pembangunan di seluruh kecamatan.
Dengan persiapan matang dan arah kebijakan yang lebih fokus, Kutim menargetkan 2026 sebagai momentum besar untuk menjadikan daerah ini sebagai salah satu magnet investasi paling prospektif di Kalimantan Timur.(ADV)












Discussion about this post