Trending.co.id, Bontang – Antrean panjang masih terlihat di kantor dan gudang penerimaan barang SPX Express di Jalan Imam Bonjol, Bontang Utara, pada Senin (23/2/2026) siang. Di tengah tumpukan paket, puluhan warga menunggu giliran agar kiriman mereka segera diterima.
Sebelumnya diberitakan, penumpukan paket telah terjadi sejak beberapa hari terakhir. Namun, persoalan ini baru viral setelah banyak keluhan bermunculan dan ramai diperbincangkan di media sosial.
Bukan hanya hari ini, pada Minggu (22/2/2026) warga juga silih berganti datang untuk menanyakan paket mereka yang tak kunjung tiba.
Pantauan wartawan Trending.co.id di lokasi, ribuan paket belum tersalurkan kepada penerima. Barang-barang tampak bertumpuk di seluruh area gudang, baik di dalam ruangan maupun di halaman kantor.
Sebut saja Mawar -bukan nama sebenarnya- salah satu warga yang mengaku telah datang sebanyak tiga kali. Pertama pada Sabtu (21/2/2026), namun saat itu kantor tutup dan tidak ada aktivitas.
Ia kembali datang pada Minggu (22/2/2026), tetapi diarahkan petugas untuk mengisi data melalui tautan barcode guna melacak keberadaan paket.
“Dua hari yang lalu saya sudah datang, tapi kantornya tutup. Kemarin saya datang lagi, lalu diminta isi data lewat barcode. Petugasnya bilang nanti akan dikonfirmasi kalau paketnya sudah ditemukan,” ungkap Mawar kepada wartawan Trending.co.id saat ditemui di lokasi.
Mawar mengatakan, ia memesan dua jenis barang. Namun, pesanan pertama yang berisi pakaian justru diretur tanpa pemberitahuan. Karena itu, ia berinisiatif datang langsung untuk memastikan kepastian kirimannya.
“Paket saya yang pertama diretur. Padahal di aplikasi Shopee ada pemberitahuan sudah sampai sejak 17 Februari lalu. Tapi barangnya tidak saya terima, jadi saya datang langsung untuk menanyakan,” keluhnya.
Mawar menambahkan, petugas SPX Express menyampaikan bahwa konfirmasi akan dilakukan melalui aplikasi WhatsApp (WA) jika paket sudah ditemukan. Setelah menerima pesan pada Senin (23/2/2026), ia langsung bergegas menuju lokasi untuk mengambil barangnya.
“Dapat konfirmasi paketnya sudah ditemukan. Alhamdulillah, ini paketnya sudah ada,” tambahnya.
Sementara untuk barang kedua, Mawar mengaku memesan blender. Namun, ia khawatir pesanan tersebut rusak akibat tertindih tumpukan paket lainnya.
“Semoga tidak rusak. Nanti sampai rumah saya cek. Kalau rusak pasti dikembalikan, karena harganya juga lumayan,” pungkasnya.
Seorang kurir SPX Express yang enggan disebutkan namanya mengaku baru bekerja kurang lebih satu bulan. Saat awal masuk, kondisi tidak seperti sekarang. Paket masih diantar langsung ke rumah penerima seperti biasa.
Namun, sekitar sepekan terakhir, paket mulai bertumpuk. Hal itu diduga karena sejumlah kurir, khususnya yang sudah lama bekerja, mengundurkan diri secara bersamaan. Akibat kekurangan tenaga kurir, aktivitas pengantaran terganggu hingga menyebabkan penumpukan.
“Sekitar semingguan yang lalu sudah mulai bertumpuk karena kekurangan teman kurir, jadi tidak ada yang antar,” ujarnya.
Terkait alasan banyaknya kurir yang keluar, ia mengaku tidak mengetahui secara pasti dan enggan berkomentar lebih jauh.
“Saya tidak tahu apa alasannya mereka keluar. Itu sudah menjadi urusan masing-masing. Saya juga baru di sini, jadi hanya mengantar paket saja,” imbuhnya.
Menurutnya, kondisi serupa pernah terjadi sekitar tiga tahun lalu, tepatnya pada 2023. Bahkan, saat itu situasinya disebut lebih parah dengan jumlah antrean yang lebih banyak.
“Kondisi seperti ini pernah terjadi sekitar tahun 2023 lalu. Waktu itu malah lebih banyak dari sekarang,” ucapnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait. Upaya konfirmasi telah dilakukan, namun berdasarkan keterangan karyawan di lokasi, pimpinan SPX Express Bontang enggan menemui awak media.(Jy)











Discussion about this post