Trending.co.id, Bontang – Pemerintah Kota Bontang memiliki rencana membangun Jalan Lingkar di dua wilayah. Di antaranya Jalan Lingkar yang menghubungkan Bontang Kuala dengan Tanjung Laut Indah, dan Jalan Lingkar yang menghubungkan Loktuan dengan Tanjung Limau.
Keduanya, masuk dalam Rencanan Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025-2029. Namun, dikatakan Ketua DPRD Kota Bontang Andi Faizal Sofyan Hasdam bahwa yang realistis dapat dibangun itu yakni jalan lingkar Bontang Kuala menuju Tanjung Laut Indah atau dekat dengan Balai Benih Ikan (BBI).
“Karena rencananya Jalan Lingkar tersebut dibangun sebagai jalan alternatif sekaligus untuk penyangga banjir rob. Jadi modelnya seperti tanggul,” terang Andi Faiz di kediamannya, Senin (19/5/2025).
Untuk desainnya, dijelaskan Andi Faiz yakni sisi kanan kiri jalan dibangun tembok penahan air rob, sementara atasnya merupakan lintasan kendaraan. “Dia seperti penahan beton yang atasnya digunakan untuk jalan,” imbuhnya.
Terkait proyek yang ini, Andi Faiz menyebut sudah clear dalam hal perencanaan. Hanya saja, masih ada kendala lahan yang bermasalah di area gerbang keluarnya jalan, sehingga akan digeser ke kanan sedikit untuk gerbang keluarnya yang memang sudah clear lahannya. “Tetapi kalau dari perencanaan sudah clear dan sudah bisa jalan pembangunannya,” ujarnya.
Sementara itu, untuk Jalan Lingkar yang dari Loktuan ke Tanjung Limau itu masih membutuhkan review design, review perencanaan lagi, karena kalau data zaman dulu, kontur tanah atau dasar laut bergerak sehingga data pun pasti akan berubah. “Apalagi di lautan yang sering terjadi pergerakan kedalamannya,” ucapnya.
Oleh karena itu, untuk Jalan Lingkar Loktuan-Tanjung Limau kemungkinan akan dilaksanakan di tahun depan. Karena RPJMD ini untuk 5 tahun. Sementara yang prioritas di tahun ini yakni fly over Bontang Kuala dan RSUD juga folder Kanaan yang dibangun secara multiyears.
Jika di tahun depan datanya sudah lengkap, lahan sudah clean and clear untuk pembangunan Jalan Lingkar, barulah akan dilakukan tindak lanjut rencana pembangunan Jalan Lingkar ini. Meskipun, semua harus dimulai dari awal lagi.
“Realistisnya di tahun depan itu perencanaan ulang Jalan Lingkar dan review design, kemungkinan di 2 tahun ke depan baru pelaksanaannya. Karena untuk pembangunan ini perlu kehati-hatian, tidak bisa terburu-buru. Karena ini di lautan, pancangan, kedalaman, dan semuanya harus diperhitungkan dengan matang. Sementara data yang ada ini sudah lama sekali, makanya perlu dilakukan perencanaan ulang,” tutupnya.(Asr/Adv DPRD Bontang)












Discussion about this post