Trending.co.id, Kaltim – Anggota Komisi II DPRD Kalimantan Timur, Firnadi Ikhsan, menyampaikan bahwa proses pembahasan awal Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2029 telah melalui serangkaian pembahasan intensif. Tercatat sebanyak tiga kali forum resmi digelar sebelum akhirnya rancangan ini disepakati bersama oleh DPRD Kaltim.
Firnadi menjelaskan, penyesuaian RPJMD menjadi landasan penting bagi pemerintah baru dalam menyelaraskan visi dan misi mereka dengan rencana kerja yang telah berjalan dari tahun sebelumnya.
“Kita ingin pembangunan tidak terputus hanya karena pergantian kepemimpinan. RPJMD ini menjembatani masa transisi, tapi tetap harus berpijak pada kebutuhan riil masyarakat,” jelas Firnadi, Rabu (16/04/2025).
Salah satu fokus utama dalam dokumen RPJMD yang sedang digodok adalah dua program unggulan gubernur dan wakil gubernur terpilih, yaitu Gratispol (Pendidikan Gratis dan Berkualitas) dan Jospol (Jaminan Sosial dan Pelayanan Optimal). Menurut Firnadi, Pansus RPJMD akan mendalami dua program ini secara menyeluruh.
Ia juga menekankan pentingnya penggunaan data yang valid agar pelaksanaan RPJMD tidak sekadar bersifat normatif. “Kami ingin memastikan setiap program yang dirancang benar-benar bisa dieksekusi dan menyentuh masyarakat. Untuk itu, data pendukung adalah hal yang tidak bisa ditawar,” tegasnya.
Dalam pandangan Firnadi, sinergi lintas sektor menjadi kunci agar RPJMD bukan hanya menjadi dokumen administratif, tetapi benar-benar bisa diwujudkan sebagai peta jalan pembangunan yang strategis dan berkelanjutan.
“Pembangunan harus bisa diukur. Kalau tidak ada tolok ukurnya, bagaimana kita tahu berhasil atau tidak? Inilah pentingnya kita kawal bersama dari awal,” tutup Firnadi.
[Adv | DPRD Kaltim]











Discussion about this post