Trending.co.id, Bontang – Ketua DPRD Kota Bontang Andi Faizal Sofyan Hasdam menghadiri Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Bontang Tahun 2025-2029 di Pendopo Rujab Wali Kota Bontang, Senin (19/5/2025) siang.
Dikatakannya, Musrenbang RPJMD ini, merupakan tahapan yang sangat strategis. Karena, di tahapan inilah bisa memasukkan atau mengimplementasikan program kegiatan sesuai visi misi Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni dan Wakil Wali Kota Bontang Agus Haris.
“Selaku Ketua DPRD, tentunya kita memiliki beban dan harapan dari masyarakat agar semua janji kampanye bisa terealisasi dalam program APBD,” terang Andi Faiz saat diwawancarai usai menghadiri Musrenbang RPJMD.
Oleh karena itu, Andi Faiz mengaku pihaknya akan terus mengawal Musrenbang RPJMD ini, mulai dari rancangan awal dan rancangan RPJMD-nya.
“Kita pastikan bahwa apa yang disampaikan ke masyarakat bisa betul-betul diimplementasikan dalam APBD, seperti misalnya baju tas seragam gratis, yang memerlukan payung hukum,” ujarnya.
Mengenai program tersebut, Andi Faiz menyebut perlu ada payung hukum sebagai pegangannya selama 5 tahun ke depan. Sehingga program tersebut bisa berjalan dan tidak keluar dari apa yang sudah direncanakan oleh pemerintah.
“Musrenbang RPJMD itu juga pembahasannya sudah melalui DPRD, rancangan awal, rancangan akhir, dan Musrenbang RPJMD nya, dan ini sudah meliputi semua janji-janji kampanyenya Neni-Agus Haris,”ungkapnya.
Ke depan, kata Politikus Golkar itu, bagaimana seluruh OPD bisa menerjemahkan program-program tersebut untuk dapat diselenggarakan.
Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni mengatakan RPJMD ini disusun berdasarkan visi, misi dan program kepala daerah yang dijabarkan dalam tujuan, sasaran, strategi, arah kebijakan prioritas pembangunan daerah dan menjadi pedoman dalam penyusunan rencana strategis perangkat daerah, rencana kerja pemerintah daerah (RKPD) dan rencana kerja (Renja) perangkat daerah.
“RPJMD diharapkan dapat menjawab permasalahan-permasalahan yang dihadapi oleh Kota Bontang,” harapnya.
Terdapat beberapa permasalahan yang menjadi prioritas untuk diselesaikan pada tahun 2025-2029. Pada bidang infrastruktur, permasalahan banjir yang menggenangi beberapa wilayah di Kota Bontang pada saat hujan merupakan salah satu prioritas yang menjadi perhatian untuk segera diselesaikan. Untuk itu akan dibangun polder di Kelurahan Tanjung Laut dan Kelurahan Gunung Telihan, pembangunan kolam depresi di Kelurahan Kanaan, revitalisasi Waduk Kanaan dan perkuatan tebing sungai.
Selain itu pemerintah juga akan membangun jalan lingkar yang menghubungkan Kelurahan Tanjung Laut Indah dan Kelurahan Bontang Kuala, sekaligus sebagai upaya dalam pengendalian banjir.(Asr/Adv DPRD Bontang)












Discussion about this post