Trending.co.id, Kaltim – Kualitas kebijakan publik akan sulit dicapai jika partisipasi masyarakat rendah, demikian ditegaskan Anggota Komisi IV DPRD Kalimantan Timur, Darlis Pattalongi, dalam kegiatan Penguatan Demokrasi Daerah (PDD) ke-5 yang digelar di Dapil 1 Kota Samarinda, Jumat (23/5/2025).
Acara tersebut diikuti oleh puluhan pemuda dari berbagai organisasi kepemudaan yang antusias mendiskusikan isu partisipasi dalam proses demokrasi. Darlis menyampaikan bahwa negara demokrasi memerlukan keterlibatan aktif warga, terutama generasi muda, dalam mengawal setiap kebijakan.
“Kita tidak bisa hanya berharap pemerintah berjalan sendiri. Tanpa partisipasi publik, kualitas kebijakan akan stagnan. Pemuda adalah ujung tombak perubahan,” kata Darlis.
Ia menyoroti Pilkada Samarinda sebelumnya yang hanya mencatat angka partisipasi 51 persen. Menurutnya, angka itu belum mencerminkan semangat demokrasi yang ideal. Ia juga mengkritisi motivasi sebagian pemilih yang datang ke TPS bukan karena kesadaran politik, tapi karena faktor teknis semata.
Dalam forum itu, Darlis mengajak generasi muda untuk menumbuhkan rasa kepemilikan terhadap proses politik dan pemerintahan. Ia menekankan pentingnya menjadi bagian dari perubahan melalui keterlibatan aktif dan pemahaman mendalam terhadap isu publik.
“Jangan tunggu jadi pejabat baru terlibat. Mulailah dari sekarang dengan mengawal isu-isu strategis di lingkungan sekitar,” katanya.
Melalui program PDD ini, DPRD Kaltim berupaya memperluas pemahaman masyarakat tentang pentingnya partisipasi politik. Darlis berharap kegiatan ini dapat melahirkan pemuda-pemuda kritis dan solutif yang siap menjadi bagian dari pembangunan daerah.
“Kami ingin generasi muda menjadi mitra strategis pemerintah dalam menyusun, mengawal, dan mengawasi kebijakan publik,” tandasnya.
[ADV | DPRD KALTIM]












Discussion about this post