
Trending.co.id, Kaltim – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur tengah merancang terobosan besar dalam sektor kesehatan melalui Program Gratispol Khusus. Fokus utama program ini adalah mendanai penuh pendidikan dokter spesialis asal Kaltim yang bersedia mengabdi di daerah selama sepuluh tahun.
Hal ini disampaikan Gubernur Kaltim, Dr H Rudy Mas’ud (Harum), dalam pernyataan resminya di Kantor Gubernur, beberapa waktu lalu. Menurut Harum, ketersediaan dokter spesialis di seluruh rumah sakit Kaltim masih menjadi pekerjaan rumah yang perlu ditangani serius.
“Program Gratispol tidak hanya menyentuh pendidikan dasar dan tinggi, tapi juga akan kita perluas untuk mencetak tenaga medis spesialis yang siap mengabdi di daerah,” ujar Harum.
Anggota Tim Transisi, Prof Bohari Yusuf, menjelaskan bahwa saat ini petunjuk teknis program sedang disusun. Sasaran utama adalah mahasiswa dokter spesialis asal Kaltim yang saat ini sedang menempuh pendidikan di kampus ternama seperti UI, UGM, Unair, dan Unhas.
“Kita akan fasilitasi biaya pendidikan, termasuk UKT/SPP dan biaya hidup. Setelah lulus, mereka wajib bertugas di Kaltim selama 10 tahun,” jelas Bohari, Jumat (13/6/2025).
Skema pembiayaan tersebut akan dikawal melalui kontrak kerja dan kerja sama dengan pemerintah kabupaten/kota untuk penempatan para dokter di rumah sakit daerah. Menurut Bohari, hampir semua RSUD di Kaltim masih kekurangan tenaga spesialis tertentu, terutama di wilayah pedalaman seperti Mahakam Ulu dan Kutai Barat.
Sebagai dukungan infrastruktur, Pemprov Kaltim juga tengah menyiapkan pembangunan rumah sakit baru di Kutai Barat. Diharapkan, langkah ini mampu menghadirkan layanan kesehatan berkualitas hingga ke pelosok.
Sementara itu, Program Gratispol untuk pendidikan umum juga terus dipersiapkan. Tahun ajaran baru 2025/2026 menjadi awal pelaksanaan program ini, yang mencakup pembebasan biaya pendidikan serta pemberian perlengkapan sekolah seperti seragam, tas, topi, dan sepatu.
“Ini bagian dari tanggung jawab negara untuk menciptakan generasi unggul. Tak hanya membebaskan biaya sekolah, tapi juga meringankan beban orang tua,” tandas Harum.
[Adv | Diskominfo Kaltim]












Discussion about this post