Trending.co.id Bontang – Penataan kota di Bontang masih jauh dari kata maksimal. Seperti bangunan tiang listrik yang berdempetan dan keberadaan penerangan jalan umum (PJU), membuat Kota Bontang kurang estetik.
Legislator Fraksi Golkar, Nursalam melontarkan kritik tajam terhadap kinerja Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bontang. Ia menilai penataan kota selama ini masih belum maksimal.
Kata dia, keindahan Kota Taman belum menjadi perhatian utama dalam program penataan itu. Sejumlah pengelolaan juga tidak luput dari perhatiannya.
Seperti ruas jalan di Bontang yang masih terlihat semrawut. Ia menyebut kondisi ini bukan hanya mengganggu kecantikan kota. Tetapi pembangunan yang tidak tepat sasaran akan menyebabkan pemborosan dalam penggunaan anggaran.
Lebih lanjut, ia juga menyayangkan Dishub Bontang belum dilaksanakannya instruksi Wali Kota terkait penataan ulang di sepanjang ruas jalan yang belum dibuat dengan baik. Oleh sebab itu, Nursalam meminta Dishub segera berkoordinasi dengan Badan Pengelola Aset Daerah agar penataan infrastruktur seperti tiang listrik bisa dilakukan secara menyeluruh dan efisien.
“Dishub harus gerak cepat. Tiang baru sudah banyak yang terpasang. Tapi tiang lama belum dicabut. Ini perlu segera ditindaklanjuti agar tidak terkesan asal pasang,” desaknya saat agenda pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Bontang 2025–2029 beberapa waktu lalu.
Nursalam juga berharap kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang, dalam hal ini Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni untuk menjadikan perhatian serius. Kata dia, langkah penataan harus segera dilaksanakan agar tidak terjadi pemborosan dan menurunnya nilai keindahan kota.
Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, menyampaikan komitmennya untuk menuntaskan persoalan tersebut secara bertahap. Neni mengatakan, meski baru menjabat selama tiga bulan, dirinya telah menyusun sejumlah program prioritas yang akan dijalankan, termasuk penataan ulang lampu jalan.
“Kami sudah petakan sejumlah wilayah yang perlu penataan ulang. Tiang listrik yang ganda akan kami alihkan ke kawasan yang belum memiliki penerangan,” jelasnya.
Ia juga menegaskan komitmennya, sebagai kepala daerah. Neni bilang, akan berupaya untuk menghadirkan suasana kota yang lebih rapi, indah, nyaman, dan terang. Pembangunan PJU pun akan dilaksanakan secara merata.
“Penataan kota harus merata, termasuk penerangan jalan umum. Kami ingin memastikan keindahan dan kenyamanan kota benar-benar dirasakan masyarakat,” pungkasnya. (Jay/Adv DPRD Bontang)












Discussion about this post