Trending.co.id, Bontang – Komisi B DPRD Bontang menggelar rapat kerja (Raker) bersama Baperida Bontang, Diskop-UMPP Bontang, Bagian Hukum, dan Bagian Perekonomian dan SDA Setda Bontang. Rapat bertujuan untuk membahas Raperda Perubahan atas Perda Nomor 5 Tahun 2015 tentang Pemberdayaan UMKM.
Pertemuan tersebut berlangsung di Ruang Rapat Lantai II Sekretariat DPRD Kota Bontang, Kelurahan Bontang Lestari, Kecamatan Bontang Selatan, Rabu (2/7/2025) sekira pukul 10.00 WITA. Hadir dalam rapat, Ketua Komisi B DPRD Bontang, Rustam dan Anggota Komisi B DPRD Bontang, Nursalam.
Sementara dari Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang turut Hadir, Plt Kepala Diskop-UMPP Bontang, Asdar Ibrahim, Perwakilan Baperida Bontang, Noni Agetha, dan Bagian Perekonomian dan SDA Setda Bontang, dihadiri oleh Anita Istiqaroh.
Ketua Komisi B DPRD Bontang, Rustam bertindak sebagai pimpinan rapat. Rustam menyampaikan bahwa pertemuan ini membahas regulasi atau dasar hukum bagi tata kelola UMKM di Kota Bontang. Ia menyebutkan para pelaku UMKM mendapatkan tempat yang layak. Khususnya di lokasi pasar modern yang tengah bertambah di wilayah ini.
“Dengan perubahan perda ini banyak yang akan kita perhatikan secara bersama. Karena ini menjadi dasar hukum pemerintah nantinya,” ujar Rustam kepada wartawan usai raker berlangsung.
Lebih lanjut, kata Rustam, penyusunan Raperda ink merupakan langkah penting dalam penataan pelaku UMKM. Ia berharap dengan perubahan aturan, UMKM di Kota Taman dapat diperdayakan secara merata.
Para pelaku usaha juga mendapatkan tempat di dalam pasar modern yang asa di Kota Bontang.
“Kita juga berharap agar bagaimana para pelaku UMKM dapag diberdayakan ini punya stand di tempat seperti eramart, indomart, dan lainnya,” paparnya.
Dengan begitu, masyarakat yang memiliki sektor usaha kecil punya kemampuan bersaing dan produk mereka bisa dibeli oleh konsumen. Tidak hanya fokus pada penataan wirausaha di Bontang, juga keberadaan perda ini dapat mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui sektor usaha kecil dan menengah.
“Jadi kita masukkan kearifan lokal dari produk usaha warga Bontang. Dan juga dapat meningkatkan PAD nantinya,” pungkasnya. (Jay/Adv DPRD Bontang)











Discussion about this post