Trending.co.id, Bontang – Sampah menumpuk di area Pelabuhan Lok Tuan, Kota Bontang menuai sorotan dari wakil rakyat. Sebelumnya, Kepala Bidang (Kabid) Kebersihan DLH Bontang, Syafrudin, mengungkapkan banyaknya sampah yang menumpuk di area dermaga bukan tanggung jawab Dinas Lingkungan Hidup (DLH), melainkan tugas yang kelolah oleh pihak pelabuhan.
“Itu dikelola pelabuhan sendiri, Mas,” ujar Syafrudin singkat yang sampaikan beberapa waktu lalu.
Menyikapi pesoalan ini, Wakil Ketua Komisi C Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bontang, Muhammad Sahib, masalah ini disebabkan kurangnya perhatian Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang khususnya dinas terkait untuk mengatasi kebersihan di kawasan Pelabuhan Lok Tuan Bontang.
Ia menilai, pernyataan yang dilontarkan oleh Kabid Kebersihan DLH Bontang sangat kurang tepat. Sebagai pejabat, semestinya tidak menyampaikan pendapat semacam itu. Kata Sahib, seharunya pihak DLH Bontang dan pihak pelabuhan dapat melakukan koordinasi, bukan lepas tangan.
“Mungkin perlu diperbaiki koordinasi antara DLH dan pelabuhan. Jangan serta-merta hanya menyebut tanggung jawab pelabuhan,” ujar Sahib belum lama ini.
Lebih lanjut, politisi Partai Nasional Demokrat (NasDem) menjelaskan bahwa hingga kini, pihak Pelabuhan Lok Tuan belum menyediakan sebuah sarana untuk mengangkut sampah secara teratur. Tanpa adanya unit mobil pengangkut sampah untuk mengangkut sampah ke TPA, maka tak dapat dipungkiri masalah sampah bakal terulang lagi.
Sahib juga menambahkan bahwa, meskipun pada umumnya pelabuhan hanya mengurus kapal dan penumpang, bukan sampah. Menurut Sahib, masalah sampah tak boleh diabaikan, terlebih dari area pelabuhan.
Dia menekankan, jika ada perjanjian antara DLH dan pelabuhan soal pengelolaan sampah, DLH harus bertindak sebagai pengawas. Ia menambahkan, DLH juga harus dapat berkoordinasi dengan pelabuhan secara berkala.
Tak hanya itu, legislator dari partai besutan Surya Palo ini memandang penanganan sampah di Bontang juga diperlukan adanya pihak ketiga. Kalau hanya mengandalkan dari dinas, maka personel dari petugas kebersihan tidak cukup meng-cover secara keseluruhan.
“Kalau hanya mengandalkan DLH, personelnya kurang,” jelasnya.
Dirinya menyebut produksi sampah di Bontang cukup besar. Setiap orang menghasilkan minimal 0,8 kilogram sampah per hari. Dengan penduduk di kota ini yang nyaris mencapai 200 ribu orang. Ketika diakumulasi, maka setiap harinya Kota Bontang dapat menghasilkan sampah sekira 16 ton.
“Kalau Bontang mau bersih, ini musuh kita bersama,” tukasnya.
Sebagai perbandingan, Sahib menceritakan pengalaman dirinya ketika berkunjung ke salah satu daerah yang berada di pulau Jawa. Ia bilang, bahwa di sana, pengelolaan sampah diserahkan kepada pihak ketiga. DLH hanya bertugas sebagai pengawas dan meyakini model ini lebih efektif.
Dengan perjanjian yang disusun secara jelas dan cermat tanpa mengesampingkan tugas dinas dan pelabuhan, masalah sampah dapat diatasi.
“Jika pihak ketiga tidak serius, maka dapat diberi peringatan. Dengan pola ini, saya yakin kebersihan Bontang akan lebih terjaga,” pungkasnya (Jay/Adv DPRD Bontang).












Discussion about this post