
Trending.co.id, Kaltim – Gubernur Kalimantan Timur Dr H Rudy Mas’ud (Harum) menyatakan dukungannya terhadap rencana Badan Gizi Nasional (BGN) untuk membangun Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di seluruh kabupaten dan kota di Kaltim. Hal ini disampaikan Gubernur Harum saat menerima kunjungan Kepala BGN Dr Dadan di Kantor Gubernur Kaltim, Selasa (8/7/2025).
“Kami siap mengawal BGN agar SPPG bisa berjalan dengan baik di Kaltim. Saya sangat setuju dengan program Bapak Presiden ini. Luar biasa. Saya cocok sekali,” ujar Gubernur Harum dalam pertemuan tersebut.
Namun demikian, Gubernur juga menyoroti sejumlah tantangan yang akan dihadapi, khususnya di daerah-daerah terpencil dan pesisir. Ia mencontohkan kawasan seperti Sepatin, Tani Baru, dan Muara Pantuan di Kutai Kartanegara yang masih terkendala akses dan infrastruktur. “Daerah-daerah ini cukup sulit dijangkau, baik dari segi transportasi maupun fasilitas pendukung seperti sekolah dan pemukiman,” jelasnya.
Gubernur Harum menegaskan pentingnya adaptasi dalam penerapan program di wilayah-wilayah tersebut. Ia berharap standar pelaksanaan SPPG dapat disesuaikan dengan kondisi lokal. Sebagai langkah awal, Pemprov Kaltim akan mengundang seluruh bupati dan wali kota untuk membahas kesiapan daerah dalam menentukan lokasi dan homebase SPPG.
Kepala BGN Dr Dadan menjelaskan, secara nasional akan dibangun 350 SPPG, dengan alokasi tiga unit di setiap kabupaten dan kota di Kaltim. Setiap SPPG akan menerima dana operasional Rp10 miliar per tahun dan akan menjadi bagian penting dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
“SPPG bertugas memasak dan menyalurkan makanan bergizi sesuai standar nasional. Setiap unit akan diisi tiga personel, yaitu kepala satuan, ahli gizi, dan akuntan, serta didukung sekitar 50 relawan,” jelas Dadan. Kepala SPPG akan berasal dari pemerintah pusat, sedangkan dua posisi lainnya akan diisi oleh tenaga lokal yang direkrut sebagai PPPK.
Program ini, menurut Gubernur Harum, berpotensi besar dalam membantu menekan angka kemiskinan dan pengangguran di Kaltim. Selain membuka lapangan kerja, aktivitas SPPG juga akan mendorong sektor pertanian, peternakan, perikanan, dan perdagangan lokal sebagai penyedia bahan pangan berkualitas.
“Jika program ini berjalan optimal, triliunan rupiah akan berputar di Kaltim. Ini bukan hanya soal gizi, tapi juga soal kemandirian ekonomi masyarakat kita,” tutup Gubernur Harum.
Turut hadir dalam pertemuan ini Sekretaris Daerah Provinsi Kaltim Sri Wahyuni, Asisten Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Ujang Rachmat, serta sejumlah kepala OPD Pemprov Kaltim.
[ADV | DISKOMINFO KALTIM]












Discussion about this post