Trending.co.id, Kukar – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus menunjukkan komitmennya dalam pembangunan keluarga dan penguatan ketahanan nasional berbasis keluarga. Bupati Kukar dr. Aulia Rahman Basri melakukan audiensi dengan Kementerian BKKBN untuk menyelaraskan program prioritas daerah dengan kebijakan nasional.
Rombongan Kukar yang terdiri dari Sekretaris Daerah Sunggono, Plt Kepala DP2KB Dafip Haryanto, dan Sekretaris DP2KB Mastukah diterima langsung oleh Direktur Pemberdayaan Ekonomi Keluarga BKKBN, Wahidah, beserta jajaran di kantor Kementerian BKKBN, Jumat (11/7/2025).
Audiensi ini tidak hanya bertujuan untuk memperkenalkan program unggulan Kukar seperti Genting (Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting), Tamasya (Taman Sayang Anak), Gati (Gerakan Ayah Teladan Indonesia), dan Sidaya (Lansia Berdaya), namun juga memastikan kesiapan pelaksanaan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-32 tingkat Provinsi Kaltim yang akan digelar di Kukar.
Dalam forum tersebut, Bupati Aulia menekankan bahwa inovasi yang dijalankan di Kukar bukan hanya program seremonial, tetapi telah terbukti menurunkan angka stunting secara signifikan. “Dari 27,1 persen pada 2022 menjadi 14,3 persen di tahun 2024. Itu berkat kerja kolaboratif dan dukungan regulasi lewat Perbup No. 41/2024,” jelasnya.
Wahidah menyambut baik berbagai terobosan yang telah dilakukan Kukar. Ia menyampaikan permohonan maaf atas ketidakhadiran Menteri BKKBN Wihaji karena agenda mendesak, namun menegaskan bahwa hasil pertemuan akan dilaporkan langsung kepada beliau.
“Kami akan teruskan semua hasil audiensi ini ke Bapak Menteri. Dan kami pastikan, beliau akan hadir secara langsung dan memberikan arahan saat puncak peringatan Harganas nanti di Kukar,” ucap Wahidah dengan penuh antusias.
Pertemuan ini menjadi langkah strategis Kukar dalam memperkuat jejaring dengan pemerintah pusat, memastikan keberlanjutan program, serta mempertegas posisinya sebagai daerah pelopor dalam penguatan institusi keluarga dan pencegahan stunting.
[Adv | Diskominfo Kukar]












Discussion about this post