Trending.co.id, Bontang – Keindahan Kota Bontang, yang akrab disapa Kota Taman, terkikis karena ancaman banjir. Hingga kini, Pemkot Bontang terus berkomitmen dalam menuntaskan banjir yang jadi langganan setiap musim hujan.
Untuk masalah itu, wacana Pemkot Bontang membangun sistem polder terpadu dinilai ampuh. Menurut, Wakil Ketua Komisi C DPRD Kota Bontang, Muhammad Sahib, menegaskan bahwa pembangunan polder adalah satu-satunya jalan efektif untuk menanggulangi masalah kronis ini.
“Pemerintah Kota Bontang harus benar-benar mempersiapkan pembangunan polder ini dengan matang,” ujar Sahib tidak lama ini.
Ia merinci beberapa lokasi strategis yang akan menjadi fokus pembangunan, termasuk polder dan waduk di Telihan, polder di Tanjung Laut, dan proyek di Bontang Kuala. “Kami berharap semua ini dapat ditangani dengan cepat dan efisien,” tambahnya.
Polder, sebagai konsep rekayasa hidrologi, melibatkan reklamasi lahan dari badan air dan pembangunan tanggul untuk mencegah masuknya air, diikuti dengan pengeringan area tersebut untuk berbagai pemanfaatan.
Kata Sahib, bahwa posisi geografis Bontang yang cekung menjadi penyebab utama kerentanan kota terhadap banjir. Untuk mengatasi kondisi ini, polder Tanjung Laut dirancang khusus untuk menahan air rob (pasang naik) yang lebih tinggi, sementara Polder Kanaan akan berfungsi sebagai penangkap air dari hulu saat musim hujan.
“Ketika air pasang bertemu dengan aliran air dari hulu saat hujan deras, Bontang tak terhindarkan dari banjir,” paparnya.
“Semua sistem ini harus terkoneksi secara menyeluruh untuk efektivitas maksimal,” tegasnya.
Komisi C DPRD Kota Bontang telah aktif berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait. Rapat intensif telah dilakukan dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Bontang untuk membahas perencanaan komprehensif penanganan banjir.
Selain itu, pada Senin, 7 Agustus 2025 lalu, Komisi C juga telah mengadakan pertemuan dengan Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (Bapperida) untuk menyelaraskan visi jangka panjang.
“Dengan perencanaan yang matang ini, kami optimis Bontang ke depan insya Allah tidak akan lagi dilanda banjir,” aku Sahib.
Selain pembangunan polder, Sahib menyoroti percepatan pembangunan dan perbaikan drainase di seluruh kota sebagai progres penting yang dilakukan pemerintah.
“Drainase harus diperbaiki secepatnya agar air hujan bisa langsung mengalir ke sungai. Jika tidak berfungsi dengan baik, air akan menggenang dan menyebabkan banjir,” jelasnya.
Meskipun mengakui bahwa bebas banjir 100 persen mungkin sulit dicapai, Sahib optimis bahwa pembangunan polder ini setidaknya dapat mengurangi dampak banjir hingga 90 persen. Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya peran serta aktif masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.
“Agar penanganan banjir ini efektif, semua pihak harus terlibat. Jika kita ingin Bontang selamat dari banjir, ini adalah tanggung jawab bersama,” pungkasnya. (Jay/ Adv DPRD Bontang).












Discussion about this post