Trending.co.id, Kaltim – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (DPPKUKM) menggelar Konsultasi Teknis Penyusunan Rencana Pembangunan Industri Kabupaten/Kota (RPIK) di Gedung DPPKUKM Kaltim, Rabu (20/8/2025). Forum ini menjadi ruang strategis untuk menyamakan langkah pembangunan industri daerah agar lebih terarah, terukur, dan selaras dengan kebijakan nasional maupun provinsi.
Kepala Bidang Industri DPPKUKM Kaltim, Ronny Suhendra, menjelaskan bahwa sektor industri merupakan motor penting dalam penggerak perekonomian daerah. “Industri mampu mendongkrak pertumbuhan ekonomi, meningkatkan nilai tambah sumber daya alam, serta memperluas lapangan kerja. Karena itu, arah pengembangannya harus jelas dan terencana,” ujarnya.
Ia menekankan, penyusunan RPIK bukan hanya formalitas dokumen, tetapi instrumen strategis yang memuat visi, misi, arah kebijakan, dan penetapan industri unggulan sesuai potensi masing-masing kabupaten/kota. Dengan RPIK, pembangunan industri di daerah akan lebih fokus, sinkron dengan Rencana Induk Pembangunan Industri Nasional (RIPIN) serta Rencana Pembangunan Industri Provinsi Kaltim.
“RPIK adalah peta jalan industri daerah. Dengan regulasi yang jelas, pemerintah bisa mengarahkan investasi, mendorong hilirisasi, dan memastikan industri yang tumbuh benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat,” tambah Ronny.
Hingga kini, baru empat daerah di Kaltim yang memiliki Perda RPIK, yaitu Kota Bontang, Kabupaten Paser, Penajam Paser Utara, dan Kota Balikpapan. Ronny mendorong kabupaten/kota lain segera menyusun Perda serupa agar arah kebijakan industri memiliki landasan hukum kuat dan konsisten dijalankan.
Selain itu, forum ini juga menjadi ajang koordinasi lintas OPD. Ronny menegaskan bahwa pembangunan industri tidak bisa berjalan sendiri, tetapi harus melibatkan banyak pihak.
Ke depan, hasil konsultasi teknis ini diharapkan ditindaklanjuti dengan langkah konkret. Ronny optimis, dengan perencanaan yang matang, pembangunan industri Kaltim akan semakin berdaya saing, membuka lapangan kerja baru, dan memperkuat perekonomian daerah.
“Kesuksesan pembangunan industri tidak hanya bertumpu pada kekayaan alam, tetapi juga perencanaan dan implementasi kebijakan yang tepat. Mari manfaatkan forum ini untuk memperkuat sinergi demi kemajuan Kaltim,” pungkasnya.[ADV DISKOMINFO KALTIM]











Discussion about this post