
Trending.co.id, Kaltim – Upaya memperkuat basis perencanaan pembangunan berbasis data terus dilakukan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur. Melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A), digelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Data Terpilah Gender dan Anak di Hotel Swiss-Bel Balikpapan, Kamis (28/8/2025).
Kegiatan ini diikuti aparatur perangkat daerah lingkup Pemprov Kaltim dengan tujuan meningkatkan kemampuan dalam pengumpulan, pengolahan, dan analisis data terpilah. Dengan adanya pemahaman yang sama, diharapkan data yang dihasilkan lebih akurat, dapat dipertanggungjawabkan, dan menjadi dasar perencanaan pembangunan yang responsif gender serta peduli anak.
Ketua Panitia, Hasbi, SH, menegaskan pentingnya sinergi antar-OPD dalam penyediaan data. “Bimtek ini kami selenggarakan agar perangkat daerah memiliki pemahaman yang seragam dalam pengelolaan data. Hal ini sejalan dengan amanat Satu Data Indonesia,” ujarnya.
Kepala DP3A Kaltim, Hj. Noryani Sorayalita, menambahkan bahwa data terpilah gender dan anak bukan sekadar pemisahan laki-laki dan perempuan, tetapi juga gambaran nyata kondisi masyarakat dalam berbagai aspek kehidupan. “Data yang mutakhir sangat penting agar program pemerintah tepat sasaran, mencegah kesenjangan, dan memastikan perlindungan hak perempuan serta anak,” ungkapnya.
Ia mencontohkan bahwa data gender dapat dilihat melalui angka partisipasi sekolah, tingkat buta huruf, kesehatan, hingga ketenagakerjaan. Sementara data anak meliputi jumlah, sebaran usia, status pendidikan, kesehatan, hingga perlindungan dari tindak kekerasan.
Lebih lanjut, Noryani menekankan dasar hukum pengelolaan data terpilah, antara lain Perpres Nomor 39 Tahun 2019 tentang Satu Data Indonesia, Permen PPPA Nomor 4 Tahun 2023 tentang Data Gender dan Anak, serta Pergub Kaltim Nomor 6 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Sistem Informasi Data Gender dan Anak. Dalam implementasinya, Diskominfo bertindak sebagai wali data, Bappeda dan BPS sebagai pembina data, sementara OPD terkait menjadi produsen data.
“Data terpilah ini sangat penting dalam berbagai kebijakan. Misalnya, ketika menangani bencana, bantuan pangan dan sandang akan lebih efektif jika kita mengetahui kondisi penerima berdasarkan jenis kelamin dan usia,” pungkas Noryani. Dengan adanya bimtek ini, diharapkan Pemprov Kaltim semakin siap membangun sistem perencanaan yang inklusif dan berbasis data akurat.[ADV/DISKOMINFO KALTIM]












Discussion about this post