
Trending.co.id, Kaltim – Angka konsumsi ikan (AKI) masyarakat Kalimantan Timur (Kaltim) kembali menunjukkan tren positif pada 2024. Berdasarkan catatan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kaltim, rata-rata konsumsi ikan per kapita mencapai 59,75 kilogram per tahun, meningkat dari tahun sebelumnya sekitar 58 kilogram.
Kepala Bidang Perikanan Budidaya dan Penguatan Daya Saing Produk Perikanan DKP Kaltim, Irma Listiawati, menyebut meskipun peningkatan tidak signifikan, hal ini membuktikan bahwa program dan edukasi gemar makan ikan yang dilakukan pemerintah berhasil diterima masyarakat, Kamis (25/8/2025) lalu.
“Dari data yang ada, Kutai Kartanegara masih tertinggi dengan konsumsi ikan 67,14 kg per kapita per tahun, disusul Kutai Barat 65,73 kg, dan Berau 62,08 kg. Sedangkan terendah di Mahakam Ulu sebesar 52,82 kg per kapita per tahun,” jelas Irma.
Untuk terus mendorong peningkatan AKI, DKP Kaltim menggencarkan program Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan). Program ini menyasar balita dan anak-anak sekolah dengan melibatkan Dinas Kesehatan, Posyandu, dan BKKBN di daerah-daerah yang berpotensi mengalami stunting.
“Edukasi gizi kami fokuskan kepada para ibu. Kami juga rutin memantau perkembangan balita seperti berat badan dan lingkar kepala. Alhamdulillah hasilnya terlihat positif, misalnya di Bontang dan Kutai Timur, rata-rata perkembangan balita menunjukkan peningkatan,” terangnya.
Selain balita, anak-anak sekolah dasar di Kukar dan Penajam Paser Utara juga mendapat tambahan makanan berbahan dasar ikan. Harapannya, sejak dini anak-anak terbiasa mengonsumsi ikan sebagai sumber gizi utama.
Menurut Irma, ikan gembung dan tongkol masih menjadi jenis ikan paling banyak dikonsumsi masyarakat Kaltim. “Ikan ini sangat baik karena kaya protein, bagus untuk perkembangan otak sekaligus pertumbuhan tulang anak-anak,” pungkasnya.[ADV/DISKOMINFO KALTIM]












Discussion about this post