
Trending.co.id, Kaltim – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi APT Pranoto Samarinda merilis prakiraan cuaca untuk periode 1–28 September 2025. Hasil analisis menunjukkan adanya variasi curah hujan di sejumlah wilayah Kalimantan Timur yang perlu diantisipasi masyarakat.
Kepala Stasiun Meteorologi Kelas III APT Pranoto Samarinda, Riza Arian Noor, menjelaskan bahwa Kaltim bagian timur dan selatan diprediksi mengalami curah hujan kategori rendah, yakni 0–50 mm, dengan peluang hujan lebih dari 70 persen. Sedangkan sebagian besar wilayah lainnya, terutama di bagian utara hingga barat, diperkirakan mengalami curah hujan kategori menengah (50–150 mm) dengan peluang hujan lebih dari 80 persen, Selasa (2/8/2025).
Berdasarkan prakiraan deterministik, sebagian wilayah barat hingga selatan Kaltim diperkirakan akan mengalami hujan kategori rendah dengan intensitas 20–50 mm. “Sifat hujan pada periode ini diprediksi berada pada kategori Atas Normal, yakni 116–200 persen,” ungkap Riza.
Wilayah yang masuk kategori Atas Normal meliputi sebagian Kabupaten Kutai Kartanegara bagian timur, Kabupaten Penajam Paser Utara bagian barat, Kota Bontang, sebagian kecil Kutai Timur, serta sebagian wilayah Berau dan Mahakam Ulu. Kondisi ini menandakan curah hujan akan lebih tinggi dibandingkan rata-rata klimatologis biasanya.
Sementara itu, Mahakam Ulu bagian barat dan Berau bagian utara diprakirakan mengalami sifat hujan kategori Normal (85–115 persen). Artinya, curah hujan di wilayah tersebut masih sejalan dengan pola klimatologis tahunan.
BMKG menekankan pentingnya kewaspadaan masyarakat, terutama yang tinggal di wilayah dengan intensitas hujan menengah hingga tinggi. Perubahan cuaca dapat memengaruhi aktivitas harian, termasuk sektor pertanian, transportasi, hingga potensi bencana hidrometeorologi.
“Informasi ini diharapkan bisa menjadi acuan pemerintah daerah maupun masyarakat untuk mengambil langkah antisipasi. Kesiapsiagaan menjadi kunci menghadapi kondisi cuaca yang dinamis,” tambah Riza.[ADV/DISKOMINFO KALTIM]












Discussion about this post