Trending.co.id, Kutai Timur – Upaya menekan angka stunting di Kecamatan Sangatta Utara memasuki babak baru dengan segera rampungnya pembangunan Rumah Rehab Gizi.
Fasilitas ini diproyeksikan menjadi pusat intervensi gizi terpadu yang tidak hanya menangani anak berisiko stunting, tetapi juga mengedukasi orang tua agar mampu membangun pola konsumsi sehat berkelanjutan.
Proyek ini memperoleh dukungan pendanaan senilai Rp 400 juta dari Corporate Social Responsibility (CSR) PT Kaltim Prima Coal (KPC).
Dana tersebut difokuskan untuk renovasi bangunan, pengadaan ruang edukasi, dapur praktik, peralatan memasak sehat, hingga fasilitas pemantauan tumbuh kembang anak.
Rencana awal pembangunan yang semula ditempatkan di area TK Sangatta Utara terpaksa dibatalkan karena tidak memenuhi standar teknis pelayanan.
Pemerintah kemudian memilih langkah cepat dengan memaksimalkan aset daerah berupa bangunan eks rumah Badan Permusyawaratan Desa (BPD) yang telah lama tidak digunakan.
Bangunan berukuran 8 × 20 meter itu tengah ditata ulang menjadi pusat pembinaan gizi yang lengkap.
Area makan sehat, kitchen set edukatif, ruang khusus orang tua, hingga ruangan untuk pengukuran pertumbuhan anak disiapkan untuk mendukung proses pendampingan secara menyeluruh.
“Alih fungsi bangunan ini bukan hanya efisiensi, tetapi percepatan agar pendampingan gizi segera berjalan dan aset pemerintah kembali memberi manfaat bagi masyarakat,” ujar Camat Sangatta Utara, Hasdiah.
Untuk memastikan setiap ruang sesuai standar kesehatan, pemerintah melibatkan Dinas Kesehatan (Dinkes) sebagai pendamping teknis.
Kolaborasi ini menjamin aspek sanitasi, ventilasi, dan standar pelayanan gizi terpenuhi dengan baik.
Hasdiah menekankan bahwa keberadaan Rumah Rehab Gizi bukan hanya soal infrastruktur, melainkan tentang perubahan perilaku keluarga dalam keseharian.
“Fasilitas ini akan menjadi pusat pembiasaan perilaku sehat, ketika anak sudah kembali sehat, perubahan pola makan di rumah harus tetap berlangsung,” jelasnya.
Dengan dukungan CSR perusahaan dan penataan fasilitas yang sesuai standar, Kecamatan Sangatta Utara menargetkan Rumah Rehab Gizi menjadi model penanganan stunting berbasis edukasi keluarga di Kutai Timur.
Program ini diharapkan mampu memperkuat ketahanan gizi masyarakat dan menurunkan angka stunting secara berkelanjutan. (ADV)












Discussion about this post