Trending.co.id, Bontang – Salah satu program pembangunan Pemerintah Kota Bontang yang dibahas di dalam Musrenbang RPJMD Kota Bontang Tahun 2025-2029 yakni pembangunan Jalan Lingkar.
Program Jalan Lingkar, sudah digaungkan sejak beberapa tahun lalu, dan tahun ini kembali digaungkan di masa pemerintahan Neni-Agus Haris.
Namun demikian, proyek Jalan Lingkar ini, dikatakan Ketua DPRD Kota Bontang bahwa tidak sama dengan proyek-proyek lainnya. Dimana, proyek lain seperti fly over banjir rob bisa terlaksana tanpa diukur kedalaman dan lainnya, termasuk lahan RSUD yang bisa dibangun kapan saja karena sudah milik pemerintah.
“Nah, Jalan Lingkar ini pembangunannya perlu benar-benar persiapan yang matang, mulai dari perencanaan, lahan, dan lainnya,” kata Andi Faiz.
Menurutnya, pembangunan Jalan Lingkar ini meliputi sektor sisi laut dan sisi darat. Sisi lautnya ini, kata Andi Faiz, harus benar-benar teliti.
“Tidak bisa langsung mau di-running-kan tahun ini, karena butuh perencanaan yang matang,” ujarnya.
Untuk sisi laut, disebutkan Andi Faiz perlu melihat kondisi kedalaman laut, serta lahan di wilayah pesisir yang sudah clean and clear. Dimana data yang sudah ada sejak satu atau dua tahun lalu tentunya sudah memiliki perubahan, apa itu sudah bergeser kedalaman laut atau ada hal lainnya.
“Inilah yang perlu kehati-hatian, karena kalau mau dikerjakan oleh pemerintah, maka perlu perencanaan dari awal lagi,” ungkap Politisi Golkar itu.
“Kita harus mikir kedalaman laut, tiang pancangnya berapa lama, tekstur tanahnya seperti apa, dan status lahan di sekitar pesisir apa sudah clean and clear atau bagaimana. Jangan sampai ketika dianggarkan, di perjalanan bermasalah terkait lahan dan lainnya,” sambungnya.
Andi Faiz menilai, Proyek Jalan Lingkar ini merupakan proyek yang bagus, tetapi pemerintah, dalam hal ini OPD terkait harus bisa merencanakannya secara matang, sehingga sampai pada tahap kalkulasi anggaran dan bisa merealisasikannya.(asr/Adv DPRD Bontang)












Discussion about this post