
Trending.co.id, Kaltim – Pemerataan akses internet kembali menjadi perhatian serius pemerintah pusat. Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menekankan bahwa internet kini bukan lagi fasilitas tambahan, melainkan kebutuhan dasar yang menopang layanan publik, pendidikan, kesehatan, hingga pengembangan UMKM dan ekonomi digital.
Isu tersebut dibahas dalam rapat virtual yang digelar Ditjen Bina Pembangunan Daerah (Bina Bangda) Kemendagri bersama Diskominfo provinsi serta kabupaten/kota se-Indonesia pada Senin (25/8/2025). Koordinator Substansi Kominfo pada Dit. SUPD, Abdul Aziz, menyampaikan pentingnya percepatan pemetaan wilayah blankspot agar transformasi digital dapat berjalan merata di seluruh Indonesia.
“Kalau akses internet tidak merata, maka kesenjangan akan semakin lebar. Kita tidak ingin ada desa yang tertinggal hanya karena tidak bisa terhubung ke internet,” ujarnya. Aziz menambahkan, akurasi data titik blankspot sangat krusial karena akan menjadi dasar perencanaan pembangunan digital daerah.
Berdasarkan data nasional, lebih dari 7.000 desa di Indonesia masih berada dalam kategori blankspot. Oleh karena itu, Kemendagri meminta pemerintah daerah melakukan pemetaan detail hingga ke tingkat desa dan memasukkannya ke dalam sistem e-Walidata SIPD. Data ini diharapkan dapat menjadi acuan strategis dalam menyusun rencana pembangunan, khususnya terkait infrastruktur komunikasi.
Selain pemetaan, Aziz juga menekankan perlunya dukungan anggaran dari pemerintah daerah. Ia mengingatkan bahwa Permendagri Nomor 15 Tahun 2024 tentang pedoman penyusunan APBD 2025 telah memasukkan transformasi digital sebagai salah satu prioritas pembangunan.
Rapat tersebut juga merekomendasikan perlunya koordinasi erat antara pemerintah daerah, penyedia layanan telekomunikasi, dan Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kominfo untuk mempercepat pembangunan infrastruktur jaringan. Selain itu, pemda juga didorong memaksimalkan fasilitas internet publik yang sudah tersedia.
Dengan percepatan pemetaan blankspot ini, pemerintah berharap target Zero Blankspot bisa tercapai. “Jika internet hadir di setiap desa, maka peluang pendidikan, kesehatan, hingga ekonomi kerakyatan akan semakin terbuka luas,” pungkas Aziz.[ADV/DISKOMINFO KALTIM]












Discussion about this post