Trending.co.id, Bontang – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bontang menerima penyampaian Wali Kota Bontang tentang Rancangan Peraturan Daerah Kota Bontang tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2024. Nota penjelasan tersebut disampaikan pada Sidang Paripurna ke-4 Masa Sidang III DPRD Kota Bontang Tahun 2025, Senin (2/6/2025) siang.
Dalam penyampaiannya, Wali Kota menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan kepada Ketua DPRD Kota Bontang, Wakil-Wakil Ketua dan segenap Anggota Dewan yang terhormat, yang telah memberikan kesempatan kepada Pemerintah Daerah, untuk menyampaikan pertanggungjawaban pelaksanaan APBD tahun anggaran 2024.
Neni juga menekankan beberapa capaian utama yang berhasil diraih oleh pemerintah kota.”Untuk ke-11 kalinya berturut-turut, kami mendapatkan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK-RI, yang merupakan pencapaian luar biasa bagi kami,” ungkap Neni.
Ia juga melaporkan bahwa realisasi pendapatan daerah mencapai Rp2,81 triliun, yang berarti 101,33% dari target yang ditetapkan sebesar Rp2,78 triliun. Sementara itu, realisasi belanja daerah tercatat sebesar Rp3,11 triliun, atau 92,74% dari anggaran Rp3,36 triliun. “Kami juga mencatat Sisa Lebih Anggaran (SiLPA) sebesar Rp282,15 miliar untuk tahun 2024,” tambahnya.
Dalam hal sumber pendapatan, Neni menjelaskan bahwa Pendapatan Asli Daerah (PAD) mencapai Rp329,65 miliar, yang merupakan 111,25% dari target. “Kontributor utama dari PAD adalah pajak daerah yang mencapai 100,93% dan ‘lain-lain PAD’ yang mencatatkan angka fantastis sebesar 395,68%,” jelasnya.
Selain itu, transfer dari pemerintah pusat dan provinsi juga memberikan kontribusi signifikan, dengan dana perimbangan pusat mencapai Rp2,03 triliun.
Mengenai realisasi belanja, Neni menyampaikan bahwa belanja operasi mencapai 93,92%, dengan gaji pegawai menyerap Rp709,96 miliar. “Belanja modal juga menunjukkan kinerja yang baik, dengan 90,75% dari anggaran terserap, terutama untuk infrastruktur yang menyerap Rp1,05 triliun,” ujarnya. Namun, ia mencatat bahwa belanja tak terduga hanya terserap sebesar 16,56%, yang menjadi perhatian. “Kami merekomendasikan untuk meningkatkan efektivitas belanja modal dan mempercepat proses belanja tak terduga,” imbuhnya.
Dalam laporan keuangan pendukung, Neni melaporkan surplus operasional sebesar Rp135,09 miliar dan total aset yang mencapai Rp6,6 triliun, naik 2,05% dari tahun sebelumnya. “Saldo akhir kas kami juga menunjukkan angka yang sehat, yaitu Rp282,15 miliar,” katanya.
Ditegaskan Neni bahwa APBD 2024 berhasil dengan kinerja keuangan yang kuat, ditandai dengan opini WTP, realisasi pendapatan di atas target, serta fokus belanja pada pelayanan publik dan infrastruktur. “Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” tutup Neni.
Nota Penjelasan Raperda tersebut diserahkan Neni kepada Wakil Ketua DPRD Kota Bontang, Maming untuk selanjutnya ditindaklanjuti oleh DPRD Kota Bontang.(Asr/Adv DPRD Bontang)












Discussion about this post