Trending.co.id, Bontang – Wakil Walikota Bontang, Agus Haris menyebut bahwa tahun 2026 pihaknya menargetkan angka kemiskinan di Bontang turun hingga 50 persen. Statemen ini mendapat tanggapan positif dari salah satu legislator Kota Bontang yaitu Heri Keswanto.
Ketua Komisi A DPRD Kota Bontang Heri Keswanto, yang karib disapa Herkes, menyatakan bahwa argumen dari orang nomor dua di Kota Bontang itu cukup realistis. Bukan tanpa alasan, Heri menilai dengan program yang dicanangkan Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni tahun depan dapat mencapai target yang diinginkan.
“Kalau melihat program Pemkot Bontang saat ini saya optimis juga terkait hal itu,” ungkap Heri saat disambangi media usai meninjau dua Puskesmas di wilayah Kecamatan Bontang Selatan tidak lama ini.
Kata Heri menyambung pernyataannya, program Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang sangat relevan dengan target yang hendak dicapai. Seperti program zero kemiskinan. Di mana aksi nyata dari pemerintah memberikan bantuan berupa insentif bagi lansia serta janda tua.
“Bahkan ada bantuan modal usaha untuk pelaku usaha dan para pencari kerja,” jelasnya.
Politikus Partai Gerindra ini meyakini, angka yang disebutkan Wakil Walikota Bontang, Agus Haris dapat melebihi target. “Kalau dilihat program Wali Kota saat ini bukan cuman 50 persen saja, bahkan bisa mencapai 70 persen, kalau menurut saya,” ucap Sekretaris Partai Gerindra Kota Bontang itu.
Tentunya, Heri membantah tudingan, dirinya memberikan pernyataan dukungan bukan karena Wakil Walikota merupakan orang yang satu partai dengannya. Namun, dia mengklaim bahwa itu berdasarkan langkah konkret yang dilakukan pemangku kebijakan.
“Bukan, karena ini terkait program kerja yang nyata,” sanggah Heri.
Menguatkan pernyataan tersebut, ia menjelaskan tahun ini saja sebagian rancangan kerja kepala daerah sudah dirasakan oleh warga Kota Taman. Ia menyebutkan, salah satu upaya yang nyata dari Pemkot Bontang adalah penurunan angka stunting.
“Sebagian program juga kita sudah rasakan tahun ini. Contohnya stunting, yang dulunya angka prevalensi stunting dalam dua tahun tidak bisa ditangani. Namun 100 hari kerja Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni dan Wakil Walikota Bontang, Agus Haris sudah berkurang,” paparnya.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Bontang tahun 2024, persentase penduduk miskin di Bontang adalah 3,74 persen. Ini berarti sekitar 3,74 persen dari total penduduk Kota Bontang memiliki pengeluaran per bulan di bawah garis kemiskinan, yaitu Rp 801.945 per kapita per bulan.
Jumlah penduduk miskin di Bontang pada tahun 2024 angka tersebut setara denga 7,110 orang, mengalami penurunan sekitar 600 orang dibandingkan tahun 2023. Data ini bersumber dari BPS dan data agregat kependudukan dari Disdukcapil Bontang
Dari capaian itu, dia mengaku optimis apa harapan itu dapat menjadi nyata. Bahkan kata Heri, dari angka penurunan tersebut ini membuktikan ada sikap optimis yang mesti ditunjukkan.
“Bahwa kita bisa selalu melakukan yang terbaik. Jadi saya sangat optimis sekali,” pungkasnya. (Jay/Adv DPRD Bontang).












Discussion about this post