Trending.co.id, Kaltim – Badan Musyawarah (Banmus), Badan Anggaran (Banggar), dan Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Provinsi Kalimantan Timur melaksanakan kunjungan kerja ke DPRD DKI Jakarta, Rabu (20/8/2025). Rombongan dipimpin Wakil Ketua DPRD Kaltim, Ananda Emira Moeis, serta sejumlah anggota dari tiga alat kelengkapan dewan, dan diterima oleh jajaran Sekretariat DPRD Jakarta.
Dalam pertemuan tersebut, Anggota Banmus DPRD Kaltim, Sigit Wibowo, menyampaikan bahwa tujuan kunjungan adalah untuk menggali praktik terbaik DPRD DKI Jakarta dalam mengelola agenda rapat dari berbagai alat kelengkapan dewan. “Kami ingin Banmus Kaltim lebih responsif dan terstruktur dalam menyusun program kerja. Pengelolaan agenda yang baik mencerminkan transparansi dan akuntabilitas lembaga,” ujar Sigit.
Ia menambahkan, sistem yang diterapkan di DPRD Jakarta menjadi contoh integrasi aspirasi antar AKD dengan kebutuhan kelembagaan yang lebih luas. Menurutnya, mekanisme yang efektif akan memperkuat kualitas pembahasan sekaligus memastikan kinerja DPRD semakin optimal.
Dari sisi Banggar, Husni Fahruddin menuturkan bahwa kunjungan ini dimanfaatkan untuk memperdalam pemahaman mengenai proses perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2025 dan perencanaan awal APBD 2026. “Kami berdiskusi tentang tahapan teknis, mulai dari KUA-PPAS hingga RAPBD. Banyak masukan yang bisa memperkuat strategi Banggar Kaltim dalam mengawal kebijakan fiskal yang lebih adaptif,” jelasnya.
Menurut Husni, pengalaman DPRD DKI Jakarta yang dinilai sistematis dan berbasis evaluasi kinerja dapat menjadi referensi penting. Ia berharap hasil kunjungan ini mampu memperkuat peran DPRD Kaltim dalam menghadapi dinamika fiskal daerah yang kian kompleks.
Sementara itu, dari Bapemperda, Nurhadi Saputra menyoroti pentingnya belajar dari implementasi Perda DKI Jakarta Nomor 5 Tahun 2008 tentang Penanggulangan HIV/AIDS. Ia menyebut, pengalaman Jakarta dalam mengintegrasikan isu kesehatan dengan aspek sosial, ekonomi, dan HAM bisa menjadi acuan bagi Kaltim. “Penanggulangan HIV/AIDS adalah tanggung jawab bersama. Kami ingin memahami strategi pencegahan, layanan, hingga tantangan di lapangan agar kelak bisa diadaptasi di Kaltim,” ungkapnya.
Wakil Ketua DPRD Kaltim, Ananda Emira Moeis, menegaskan bahwa kunjungan kerja ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat sinergi kelembagaan. “Kami ingin hasilnya bisa langsung diterapkan, sehingga kinerja DPRD Kaltim semakin efektif dalam menjalankan fungsi legislasi, anggaran, maupun pengawasan,” ujarnya.
Kunjungan kerja tiga badan DPRD Kaltim ini diharapkan mampu menghasilkan terobosan baru dalam tata kelola agenda, perencanaan anggaran, dan penyusunan regulasi yang lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat Kalimantan Timur.[ADV/DPRD KALTIM]











Discussion about this post