Trending.co.id, Bontang – Sejumlah warga kembali mengeluhkan keberadaan Tambang Galian C di Jalan Pemakaman Kristen, Kampung Ramah, RT 01, Kelurahan Kanaan, Kecamatan Bontang Barat. Pasalnya aktivitas tambang tersebut menyebabkan jalan berdebu, bahkan banjir ketika hujan mengguyur pemukiman warga.
Akbar salah satu warga yang telah tinggal sekira 12 tahun, mengungkapkan, keberadaan tambang berdampak pada usaha ayam miliknya. Ia mengaku baru-baru ini area rumahnya terendam banjir diduga air kiriman dari aktivitas pengerukan tanah.
Selain usaha ayam, ia juga memiliki usaha jual beli pelbagai bahan bangunan yang rusak bila terkena air. Akbar khawatir hal itu dapat berakibat fatal jika terus dibiarkan.
“Kami terdampak banjir saat hujan dan kalau kemarau hari-hari terkena debu. Belum lagi ada ayam saya, bisa mati semua kalau terendam air. Ada juga bahan bangunan, kalau rusak siapa yang mau ganti rugi,” ungkap Akbar kepada awak media, Jumat (10/10/2025).
Lebih lanjut, Akbar bilang, kegiatan tambang berlangsung tanpa pemberitahuan ke warga sekitar. Menurut, warga lainnya yakni Rosiati. Dia menceritakan, keluhan ini juga sudah disampaikan ke RT setempat. Namun, hingga detik ini tak ada kepastian.
“Tiba-tiba saja tanpa ada komunikasi ke kami. Kami juga tanya pak RT yang awalnya dilarang. Sekarang tidak tau kenapa malah dibiarkan,” keluhnya.
Mediasipun menjadi jalan tengah untuk menyelesaikan problem dan protes dari masyarakat. Namun, pertemuan yang semula disepakati pada Jumat, 10 Oktober 2025 sekitar pukul 09.
00 WITA di Kantor Polsek Bontang Barat, sempat tidak berjalan.
Protes warga ini pun melakukan penahanan serta pemberhentian beberapa truk yang hendak memuat galian tanah timbunan. Situasi sempat bersitegang antar warga. Adu mulut pun tak terhindarkan
Tak sampai disitu, Andi salah seorang warga pemilik usaha ternak ikan air tawar juga mengalami kerugian. Andi mengaku, banjir yang terjadi beberapa waktu lalu berakibat sekitar 20 kolam ikan miliknya tertimbun tanah dan lumpur. Andi menduga banjir tersebut dipicu kegiatan tambang.
“Ada sekitar 20 kolam milik saya tertimbun. Berbagai jenis ikan air tawar,” akunya.
Mansur warga lainnya, menyampaikan keluhan serupa. Ia menyebut, dirinya telah tinggal sekitar 10 tahun. Berbagai upayapun sudah dilakukan untuk menyalurkan unek-uneknya. Tapi,
“Kalau saya sudah capek, silahkan artikan sendiri. Sudah saya laporkan semua nya baik. Hari-hari makan debu kalau kemarau,” keluhnya.
Seorang pria paru baya bernama Simon yang tinggal sekitar 100 meter dari kawasan pertambangan juga menuturkan protes yang sama. Simon menceritakan dirinya telah bermukim sejak 2014 silam.
“Kalau tidak kemarau ya banyak debu, kalau hujan banjir. Sekarang beberapa jalan juga terkikis,” jelasnya.
Sementara itu, Kapolsek Bontang Barat, Iptu Hadi Esmoyo, menegaskan jika keberadaan tambang Galian C merugikan warga maka semestinya ditutup. Ia menekankan agar semua pihak dapat mengedepankan diskusi dan penyelesaian secara bijak tanpa ada unsur kekerasan.
“Kalau ada warga yang dirugikan maka kegiatan tambang kami akan tutup,” tegas Iptu Hadi kepada wartawan. (Jay)












Discussion about this post