Trending.co.id, Kutai Timur – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutim alokasikan anggaran Rp 6,5 miliar untuk program keagamaan. Hal tersebut diungkapkan, Kepala Disdikbud Kutim, Mulyono, belum lama ini.
Mulyono memaparkan, rangkaian program tersebut bukan sekadar seremonial, melainkan bagian dari kerangka besar pembangunan sumber daya manusia (SDM). Fokus utama pemerinta adalah memastikan pelajar Kutim tumbuh dengan keseimbangan antara penguasaan akademik dan pondasi spiritual yang kuat.
Salah satu program yang menyedot perhatian adalah Beasiswa Hafidz dan Hafizah untuk pelajar SD dan SMP. Tahun ini, sebanyak 1.000 penerima telah dicatatkan. Tahun berikutnya, jumlahnya tetap, namun nilai beasiswa ditingkatkan menjadi Rp 2,5 juta untuk siswa SD dan Rp 3 juta bagi siswa SMP.
“Ini merupakan bentuk penghargaan bagi anak-anak yang secara konsisten menghafal Al-Qur’an,” ungkapnya.
Tak hanya beasiswa, pembelajaran UMMI juga menjadi instrumen penting dalam penguatan pendidikan berbasis nilai agama. Saat ini terdapat 39 sekolah yang menerapkan metode tersebut dengan dukungan 160 guru bersertifikat. Program ini menyasar kemampuan membaca Al-Qur’an secara benar hingga target hafalan 29–30 juz.
Pada saat yang sama, Disdikbud Kutim memperkuat pemerataan pendidikan melalui pembagian empat set seragam gratis untuk 84.000 siswa dari jenjang TK hingga SMP. Langkah tersebut dianggap efektif mereduksi kesenjangan sosial di sekolah.
“Seragam gratis menyetarakan tampilan dan mengurangi stigma berdasarkan kondisi ekonomi keluarga,” ujarnya . (adv)












Discussion about this post