Trending.co.id, Bontang – Pemerintah Kota Bontang kembali menunjukkan komitmen kuat dalam memberantas penyalahgunaan narkoba melalui peresmian Kelurahan Bersinar (Bersih Narkoba) Kota Bontang 2025, yang berlangsung pada Kamis, (4/12/2025) bertempat di Aula Kantor Kelurahan Belimbing, Kecamatan Bontang Barat. Program ini diselenggarakan oleh BNN Kota Bontang dan dihadiri oleh berbagai unsur Forkopimda serta tokoh masyarakat.
Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris, S.H, mengungkapkan bahwa pemerintah terus memperkuat berbagai upaya pencegahan dan penanganan penyalahgunaan narkoba. Salah satunya melalui peningkatan akses layanan rehabilitasi rawat jalan yang mudah dijangkau masyarakat di fasilitas kesehatan daerah.
“Kami memastikan layanan rehabilitasi rawat jalan dapat diakses dengan mudah dan tidak diskriminatif di Puskesmas Bontang. Saudara-saudara kita yang telah terpapar harus kita rampungkan untuk kembali sehat,” tegasnya.
Agus Haris juga menjelaskan bahwa pemerintah bersama BNN telah menyusun peta kerawanan narkoba berbasis data melalui integrasi sistem Bontang Satu Data, sehingga langkah intervensi dapat dilakukan lebih cepat dan tepat sasaran.
“Intervensi masyarakat melalui program inovatif seperti Tembok Tetangga dan agen pemulihan IBM terus kita laksanakan. Kepada satuan tugas antinarkoba Kelurahan Belimbing, saya tekankan bahwa tugas ini berat namun mulia untuk melindungi generasi Kota Bontang,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya penguatan ketahanan keluarga sebagai garda terdepan pencegahan narkoba di lingkungan rumah.
“Mari kita wujudkan lingkungan yang aman, sehat, produktif, dan bebas narkoba. Saya berharap Kelurahan Belimbing menjadi contoh bagi kelurahan lainnya di Kota Bontang,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala BNN Kota Bontang, Lulyana Ramdhani, S.Pd., M.Tr., AP, dalam sambutannya menyoroti peningkatan kasus penyalahgunaan narkoba yang kini banyak menyasar pelajar dan lingkungan pendidikan.
“Banyak kasus narkoba di kalangan pelajar dipicu keluarga yang tidak harmonis serta pergaulan yang salah. Pola baru bandar narkoba kini menyasar sektor pendidikan dan lingkungan kerja,” jelas Lulyana.
Lulyana menekankan bahwa keluarga memiliki peran sentral dalam pengawasan dan pendidikan anak sehingga komunikasi terbuka antara orang tua dan anak menjadi sangat penting.
Ia menegaskan bahwa orang tua harus hadir sebagai garis pertahanan pertama untuk melindungi generasi muda dari bahaya narkoba melalui edukasi yang relevan dan pembinaan kedekatan emosional.(*)












Discussion about this post