Trending.co.id, Bontang – Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang menyebutkan rencana pembelian sebuah rumah di Jakarta masih dalam tahap perencanaan. Rumah ini akan digunakan sebagai mess Pemkot Bontang.
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, menjelaskan mess tersebut nantinya akan menjadi aset pemerintah daerah yang berada di Jakarta. Menurutnya, fasilitas itu dapat dimanfaatkan sebagai tempat tinggal sementara bagi warga Bontang yang memiliki keperluan di sana, seperti berobat maupun mengantar anak mendaftar kuliah.
“Sebetulnya rumah ini dijadikan semacam rumah singgah. Masyarakat Bontang yang ke Jakarta ada yang berobat atau mengantar anak kuliah,” ujar Neni.
Selanjutnya, orang nomor satu di Kota Taman ini menegaskan bahwa mess tersebut tidak diperbolehkan bagi pegawai. Pasalnya, pegawai yang melakukan kunjungan memiliki biaya perjalanan dinas.
“Kalau pegawai sudah tidak boleh, karena mereka punya SPPD (Surat Perintah Perjalanan Dinas), kan,” tegas politisi Partai Golkar tersebut.
Neni mengaku sempat mempertimbangkan untuk tidak melanjutkan sewa rumah tersebut. Bahkan, ia berpikir untuk menutup serta menjual aset yang ada.
Namun, politisi senior ini membeberkan keberadaan mess juga cukup penting sebagai kantor penghubung pemerintah daerah di pusat. “Jadi selain untuk mess atau rumah singgah, itu juga jadi kantor penghubung,” paparnya.
Lebih jauh, ia menjelaskan pembelian rumah tersebut dinilai dapat memberikan kemudahan dan keuntungan bagi pemerintah. Pasalnya, penyewaan rumah di Jakarta sudah berlangsung sejak tahun 2007.
Kata dia, pembelian rumah justru lebih efisien jika dibandingkan menyewa. Selama ini Pemkot Bontang menggelontorkan anggaran sebesar Rp500 juta setiap tahun hanya untuk biaya sewa.
“Kalau menurut saya mahal sekali, Rp500 juta. Kalau kita belikan, tiap tahun tidak lagi mengeluarkan Rp500 juta untuk sewa,” sebutnya.
Mengenai kondisi keuangan daerah yang saat ini mengalami pemangkasan (efisiensi), tidak menjadi masalah jika pembelian ditunda terlebih dahulu. Rencana itu masih dalam tahap penjajakan. Ia belum memastikan apakah pembelian rumah tersebut dapat direalisasikan tahun ini atau tahun berikutnya.
“Ini masih dalam tahap penjajakan dan prosesnya juga panjang. Tapi saya sampaikan silakan cari dan kalau ada yang menguntungkan, ambil saja itu,” pungkasnya.
Diketahui, Pemkot Bontang menyiapkan anggaran sekitar Rp8 miliar untuk pembelian rumah tersebut. (Jy)












Discussion about this post