Trending
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Trending
  • Berita Daerah
  • Advertorial
  • Nasional
  • Opini
Trending
  • Beranda
  • Trending
  • Berita Daerah
  • Advertorial
  • Nasional
  • Opini
No Result
View All Result
Trending
No Result
View All Result
Home advetorial

Skandal Beras Oplosan, DPRD Kaltim Desak Reformasi Sistem Pengawasan Pangan

by admin
05/08/2025
in advetorial, Trending
Skandal Beras Oplosan, DPRD Kaltim Desak Reformasi Sistem Pengawasan Pangan

Ilustrasi

Share on FacebookShare on Twitter

 

Trending.co.id, Kaltim – Temuan praktik pengoplosan beras oleh lebih dari 200 merek di Indonesia, termasuk yang beredar di Kalimantan Timur, mendapat sorotan tajam dari DPRD Kaltim. Skandal ini dinilai bukan sekadar pelanggaran etika dagang, tetapi juga sebagai ancaman sistemik terhadap hak konsumen, stabilitas pangan, dan kesehatan masyarakat.

Anggota Komisi II DPRD Kaltim, Firnadi Ikhsan, menyatakan bahwa akar persoalan terletak pada lemahnya pengawasan dan minimnya transparansi dalam distribusi pangan. “Kita tidak bisa hanya mengandalkan sidak insidental. Harus ada reformasi sistem pengawasan, dari hulu ke hilir,” ujarnya.

Firnadi mengusulkan pembentukan Tim Pengawasan Terpadu yang melibatkan unsur legislatif, akademisi, hingga masyarakat sipil. Tim ini dinilai penting untuk melakukan audit menyeluruh terhadap rantai pasok beras, termasuk aspek pelabelan, sertifikasi kualitas, dan distribusi ke pasar. “Kita butuh kolaborasi multisektor agar pengawasan tidak hanya berjalan di atas kertas,” tambahnya.

Menurut data Kementerian Pertanian, praktik pengoplosan beras bisa menciptakan selisih harga hingga Rp3.000 per kilogram, dan jika dibiarkan selama satu dekade, potensi kerugian nasional mencapai Rp1.000 triliun. Di Kaltim sendiri, laporan keluhan konsumen mulai meningkat, terutama di Balikpapan dan Samarinda, akibat lonjakan harga dan dugaan beras oplosan.

DPRD Kaltim juga menilai pentingnya edukasi publik agar masyarakat mampu mengidentifikasi ciri beras layak konsumsi. “Kita harus pastikan masyarakat tahu cara membedakan beras asli dan oplosan. Ini bukan hanya soal harga, tapi soal kesehatan,” tegas Firnadi.

Saat ini, Komisi II tengah menyusun rekomendasi regulatif untuk memperketat standar kemasan, label, dan jalur distribusi beras di wilayah Kaltim. Firnadi menyebut, jika perlu, pihaknya akan mendorong penyusunan perda khusus terkait perlindungan konsumen pangan sebagai langkah jangka panjang.

Dengan mencuatnya kasus ini, DPRD Kaltim mendorong pemerintah daerah agar tidak hanya bereaksi, tetapi mengambil langkah sistematis demi mencegah praktik serupa di masa depan. Literasi pangan dan ketegasan regulasi menjadi dua kunci utama dalam menjaga kepercayaan publik terhadap sistem pangan daerah.

[ADV | DPRD KALTIM]

Share296Tweet185Share74

Related Posts

Jual Beli Karbon Biru ; Potensi Cuan di Padang Lamun Bontang?
Berita Daerah

Jual Beli Karbon Biru ; Potensi Cuan di Padang Lamun Bontang?

17/07/2026
KNPI Usulkan ‘Musbangda’ Masuk Raperda Kepemudaan, DPRD Bontang Beri Dukungan
advetorial

KNPI Usulkan ‘Musbangda’ Masuk Raperda Kepemudaan, DPRD Bontang Beri Dukungan

14/07/2026
Disdikbud Ungkap Kasus Anak Melahirkan di RSUD Bukan Warga Bontang, Komisi A DPRD Siapkan Tindak Lanjut
advetorial

Disdikbud Ungkap Kasus Anak Melahirkan di RSUD Bukan Warga Bontang, Komisi A DPRD Siapkan Tindak Lanjut

10/07/2026
Komisi A DPRD Bahas 59 Kasus Kehamilan Anak, Disdikbud Bontang Tekankan Peran Orang Tua
advetorial

Komisi A DPRD Bahas 59 Kasus Kehamilan Anak, Disdikbud Bontang Tekankan Peran Orang Tua

10/07/2026
59 Kasus Kehamilan Anak dalam Lima Bulan, Komisi A DPRD Bontang Gelar RDP Cari Solusi
advetorial

59 Kasus Kehamilan Anak dalam Lima Bulan, Komisi A DPRD Bontang Gelar RDP Cari Solusi

09/07/2026
 DPRD Bontang Soroti 59 Kasus Kehamilan Anak, Dorong Kolaborasi OPD dan Tokoh Agama
advetorial

 DPRD Bontang Soroti 59 Kasus Kehamilan Anak, Dorong Kolaborasi OPD dan Tokoh Agama

09/07/2026
Next Post
Bupati Kukar Terima Audiensi Bawaslu, Bahas Dampak IKN dan Kesiapan Pilkada

Bupati Kukar Terima Audiensi Bawaslu, Bahas Dampak IKN dan Kesiapan Pilkada

Discussion about this post

Trending Hari Ini

  • Agusriansyah Ridwan Soroti Alokasi CSR: Ingin Fokus ke Pendidikan dan Kesehatan

    Agusriansyah Ridwan Soroti Alokasi CSR: Ingin Fokus ke Pendidikan dan Kesehatan

    744 shares
    Share 298 Tweet 186
  • Terpilih Jadi Wakil Ketua DPRD Kota Bontang, Maming: Tugas Pertama Pembentukan AKD

    748 shares
    Share 299 Tweet 187
  • Fitri Maisyaroh: Indonesia Butuh Pendidikan Karakter

    743 shares
    Share 297 Tweet 186
  • Perkuat Kelembagaan, DPRD Kaltim Konsultasi ke DPRD Jakarta Bahas Percepatan Legislasi

    742 shares
    Share 297 Tweet 186
  • Idulfitri 2026: ASN Bontang Dapat THR dan Tunjangan, PPPK Paruh Waktu Tanpa Komponen Tambahan

    984 shares
    Share 394 Tweet 246

Berita Terkini

Jual Beli Karbon Biru ; Potensi Cuan di Padang Lamun Bontang?

Jual Beli Karbon Biru ; Potensi Cuan di Padang Lamun Bontang?

17/07/2026
KNPI Usulkan ‘Musbangda’ Masuk Raperda Kepemudaan, DPRD Bontang Beri Dukungan

KNPI Usulkan ‘Musbangda’ Masuk Raperda Kepemudaan, DPRD Bontang Beri Dukungan

14/07/2026
Disdikbud Ungkap Kasus Anak Melahirkan di RSUD Bukan Warga Bontang, Komisi A DPRD Siapkan Tindak Lanjut

Disdikbud Ungkap Kasus Anak Melahirkan di RSUD Bukan Warga Bontang, Komisi A DPRD Siapkan Tindak Lanjut

10/07/2026
Trending

© 2025 Trending - Developed by Vision Web Development.

  • Susunan Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Contact
  • Kode Etik Jurnalistik

Follow Us

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Trending
  • Berita Daerah
  • Advertorial
  • Nasional
  • Opini

© 2025 Trending - Developed by Vision Web Development.