Trending.co.id, Bontang – Para perusahaan di Bontang memiliki tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) terhadap masyarakat Kota Bontang. Salah satunya PT Energi Unggul Persada (EUP) yang merupakan perusahaan pengolah minyak sawit di wilayah Bontang Lestari.
External Relation Head PT EUP, Jayadi Muh Thaha mengatakan pihaknya telah menerima kunjungan kerja dari Komisi A DPRD Kota Bontang.
“Komisi A berkunjung untuk bertanya komitmen perusahaan terhadap kepedulian lingkungan untuk tahun 2024 dan tahun 2025 ini,” terang Jayadi, Kamis (30/1/2025).
Untuk 2025 ini, Jayadi mengungkapkan sudah mulai jalan program TJSL di bidang infrastruktur. Dimana pihak perusahaan melakukan pemerataan jalanan yang berlubang di sepanjang Jalan Bontang Lestari, mulai dari depan Kantor Wali Kota Bontang, sampai ke dekat Konveyor.
“Kami sudah koordinasi dengan pihak pemerintah yakni Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota (PUPR), karena mereka sedang proses lelang untuk peningkatan jalan, jadi kami bantu pemerataan agar kendaraan yang melintas tidak terperosok ke dalam lubang-lubang,” ujarnya.
Penimbunan lubang-lubang jalanan juga sempat dilakukan di tahun 2024. PT EUP menghabiskan anggaran senilai Rp 820 juta di tahun 2024, untuk kemungkinan di 2025 pun anggaran yang dialokasikan serupa.
Selain di bidang infrastruktur, PT EUP juga bakal berfokus pada penanganan stunting. Untuk stunting ini, Jayadi mengungkapkan pihaknya akan berfokus kepada masyarakat di wilayah bufferzone, yakni RT 11 dan RT 12 Bontang Lestari. Jayadi mengatakan pihaknya sudah melakukan intervensi lapangan. Terkait programnya, bukan hanya kepada penderita stunting, tetapi lebih ke pencegahannya.
“Saat ini mulai mendata dulu keluarga yang terdiagnosis stunting pada Desember, terdapat 20 anak yang terdata di 2 RT itu, tinggal kami data pekerjaan dan latar belakang keluarganya,” ungkapnya.
Bagi keluarga yang ekonominya kurang, maka pihaknya perlu mengintervensi untuk membuatkan kelompok usaha. Baik itu kelompok tani ataupun kelompok nelayan.
“Disesuaikan dengan latar belakangnya, nanti kami buat program pemberdayaan supaya tidak disuapin terus, tetapi berkelanjutan,” imbuhnya.
Tahun lalu, kata Jayadi, terkait penanganan stunting, pihaknya hanya men-support peralatan timbang. Karena beberapa program lain sudah dilakukan oleh PT Pama dan IMM.
Jayadi berharap, PT EUP bisa tumbuh berkembang bersama masyarakat sekitarnya.
“Semoga kita bisa besar dan masyarakat bisa mendapatkan efek domino dari pada perkembangan kita dan ekonomi kerakyatan bisa meningkat,”pungkasnya.(asr)












Discussion about this post