Trending.co.id, Berau – Wakil Ketua Panitia Khusus (Pansus) LKPj DPRD Kalimantan Timur, Agus Aras, menaruh harapan besar terhadap keberlanjutan proyek pengamanan pantai yang membentang dari Biduk-Biduk hingga Kampung Giring-Giring di Kabupaten Berau. Proyek ini dinilai krusial untuk melindungi kawasan pesisir yang rawan abrasi serta menjaga infrastruktur publik dan pemukiman warga.
Agus menyampaikan bahwa proyek yang digarap oleh Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat (PUPR dan PERA) Kaltim tersebut menggunakan dana total senilai Rp 20 miliar dari APBD.
“Setiap tahunnya, garis pantai di sini terus tergerus air laut. Ini bukan hanya soal lingkungan, tapi juga menyangkut kehidupan warga yang tinggal dan mencari nafkah di pesisir,” ucap Agus dalam keterangannya usai meninjau lokasi, beberapa waktu lalu.
Proyek ini telah berjalan sejak 2023, dengan pembangunan struktur beton bertulang di tujuh titik yang dinilai paling rawan abrasi. Sedangkan pada tahun 2024, penguatan dilakukan dengan membangun dinding penahan ombak sepanjang 350 meter yang menelan biaya Rp 12 miliar.
Menurut Agus, hasil pengamatan fisik di lapangan menunjukkan kemajuan yang cukup signifikan. Ia menilai pengerjaan berjalan sesuai spesifikasi teknis dan sejauh ini belum ditemukan kendala besar yang bisa menghambat progres.
“Bangunannya sudah terlihat kokoh. Harapan kami, proyek ini tidak hanya selesai tepat waktu, tetapi benar-benar mampu mengurangi dampak abrasi dan menambah rasa aman bagi warga,” tambahnya.
Agus juga mendorong agar proyek ini tak berhenti sampai tahap kedua saja. Ia menyebut pentingnya perencanaan jangka panjang agar pengamanan pantai dapat dilakukan secara menyeluruh, termasuk pemeliharaan rutin dan evaluasi dampak sosial-ekonomi bagi masyarakat.
“Kalau infrastruktur sudah berdiri, langkah selanjutnya adalah mengaitkan proyek ini dengan program pemberdayaan ekonomi pesisir. Jangan sampai selesai dibangun tapi tidak dimanfaatkan secara maksimal,” tutupnya.
[Adv | DPRD Kaltim]











Discussion about this post