Trending.co.id, Bontang – Wakil Ketua Komisi C DPRD Kota Bontang, Muhammad Sahib merespons ikhwal rusaknya pelataran wisata laut Bontang Kuala. Termasuk, hilangnya puluhan baut dan mur dikawasan tersebut.
Pasalnya, teras wisata Bontang Kuala baru saja rampung dibenahi pada akhir tahun 2024. Sahib menilai, persoalan ini perlu diperhatikan secara serius. Dikhawatirkan akan mengancam keselamatan para pengunjung.
Usai dibenahi, pelataran di atas laut di Kota Taman menjadi salah satu destinasi wisata favorit saat ini. Setiap pekan, tempat ini ramai dikunjungi para wisatawan. Khususnya, wisatawan lokal Kota Bontang
“Nanti kami coba analisa dulu penyebab rusak dan hilangnya baut itu. Dalam dekat ini, mungkin kami akan sidak dulu,” ujar Sahib saat diwawancara Trending.co.id, Senin (16/6/2025) sekira pukul 11.30 Wita.
“Kalau terus hilang, nanti ada yang jatuh. Ini bisa buat pengunjung celaka,” sambungnya.
Kata Sahib, lokasi ini mesti dijaga karena merupakan aset pemerintah. Pembangun itu berasal dari uang rakyat yang bersumber dari pajak. Ia juga meminta agar pihak pengelola proyek untuk segera melakukan perbaikan. Anggaran pengerjaan tersebut, tidak sedikit, mencapai Rp12,4 miliar.
“Papan yang berlubang, pihak pengelolah harus segera perbaiki,” tegasnya.
Menurutnya, tindakan ini sangat merugikan masyarakat luas dan dapat mempercepat kerusakan fasilitas umum. Wakil rakyat dari partai besutan Surya Paloh ini meminta kepada masyarakat untuk menjaga fasilitas tersebut.
Sahib berharap kejadian serupa tidak terulang kembali. Termasuk tanggung jawab untuk merawat Bontang bukan hanya milik pemerintah semata.
“Kalau mau kota ini maju dan indah, ya kita juga itu merasakanya,” imbuhnya.
Sebagai informasi, salah satu bagian lantai dari papan kayu ulin terlihat patah dan berongga. Selain kerusakan fisik pada papan, sebanyak 70 baut dan mur yang menjadi komponen penting penyangga pelataran juga diketahui hilang. (Jay/Adv DPRD Bontang)












Discussion about this post