Trending.co.id, Bontang – Kolaborasi aksi bersih-bersih di pesisir laut Kota Bontang demi menjaga lingkungan yang bersih, aman, dan nyaman, bagi mahluk hidup. Terutama keberlangsungan ekosistem laut di sekitar pemukiman masyarakat.
Komitmen ini diperlihatkan dari lintas instansi vertikal dan perusahaan yang ada di Kota Bontang. Bersama Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Bontang, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bontang, dan PT Indominco Mandiri (IMM) yakni perusahaan tambang menggelar aksi sosial berupa bersih laut dan pantai.
Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Pelaut Sedunia, dengan tema “Ending Plastic Pollution For The Clean Sea”, bertempat di Halaman KSOP Kelas II Bontan, Gang Bawal, Kelurahan Tanjung Laut Indah, Kecamatan Bontang Selatan, pada Rabu (25/6/2025) pagi sekira pukul 09.30 Wita
Acara ini dihadiri sejumlah tokoh penting seperti, Kepala KSOP Kelas II Kota Bontang Capt. Kristina Anthon, KBO Sat Polairud Bontang Iptu Putut Jantoko, Kepala Seksi Kepabeanan dan Cukai dan Dukungan Teknis Ramses, perwakilan Kepala DLH Bontang Jamaludin, Head of External Relation PT IMM Hasto Pranowo, Camat Bontang Selatan Kamsal, dan Lurah Tanjung Laut Indah Ardiansyah, serta tamu undangan.
Dalam sambutannya, Kepala Teknik Tambang (KTT) PT IMM, Eddy Susanto menyampaikan sebagai perusahaan yang beroperasi di wilayah pesisir, PT IMM menyadari betapa pentingnya menjaga kelestarian lingkungan, khususnya ekosistem laut dan pantai.
“Sampah plastik telah menjadi ancaman serius bagi kehidupan laut, biota perairan, dan bahkan kesehatan manusia,” ujar Eddy Susanto.
Oleh karena itu, melalui kegiatan hari ini, kami ingin turut berkontribusi dalam upaya mengurangi polusi plastik sekaligus mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan pantai dan laut. Kata dia, bahwa kolaborasi antara perusahaan, pemerintah, dan masyarakat adalah kunci untuk menciptakan perubahan yang berkelanjutan.
“Hari ini, kita tidak hanya membersihkan sampah, tetapi juga menegaskan komitmen bersama untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai dan mendorong pengelolaan sampah yang bertanggung jawab,” jelasnya.
Sementara itu, mewakili Pemkot Bontang, Kepala Bidang Pengelolaan Sampah Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bontang, Syakhruddin, memberikan mengapresiasi inisiatif dari semua pihak, terutama KSOP Kelas II Kota Bontang berserta Stakeholder, yang telah bersinergi untuk menjaga kebersihan pesisir.
Menurutnya, laut dan pantai adalah aset vital bagi Kota Bontang tempat nelayan mencari nafkah, destinasi wisata, dan ekosistem penting bagi keanekaragaman hayati. Namun, bahwa polusi plastik telah menjadi ancaman global. Ia bilanng, jika setiap tahun, jutaan ton sampah plastik berakhir di laut, merusak biota laut, mencemari rantai makanan, dan bahkan mengancam kesehatan manusia.
“Pemerintah Kota Bontang melalui Dinas Lingkungan Hidup terus mendorong pengelolaan sampah berkelanjutan, termasuk: Pengurangan sampah plastik sekali pakai; Program bank sampah dan daur ulang; Edukasi masyarakat tentang pentingnya pilah sampah; dan Serta penegakan regulasi lingkungan,” sebutnya.
Ia mengajak seluruh lapisan masyarakat, pelaku usaha, dan instansi terkait untuk bergandengan tangan dalam mewujudkan laut yang bersih dan bebas plastik. Aksi kecil saat ini akan berdampak besar bagi generasi mendatang.
“Saya ingin mengutip pesan dari tema hari ini: “Laut bukanlah tempat sampah. Mari jaga kebersihannya, mulai dari diri sendiri dan lingkungan sekitar,” ucap Syakhruddin mengakhiri sambutannya.
Senada dengan itu, Kepala KSOP Kelas II Kota Bontang, Capt. Kristina Anthon, menegaskan bahwa laut adalah nafas kehidupan. Sebagai kota yang bertumpu pada sektor maritim, Bontang memiliki tanggung jawab besar untuk menjaga kelestarian pantai dan laut dari ancaman polusi, terutama sampah plastik.
Ia memaparkan, data Kementerian Lingkungan Hidup menunjukkan, Indonesia menghasilkan 64 juta ton sampah per tahun, dan 3,2 juta ton di antaranya adalah plastik yang bocor ke laut. Kegiatan hari ini bukan sekadar seremonial, melainkan aksi kolektif.
“Memulihkan ekosistem laut yang rusak akibat sampah. Mengedukasi masyarakat tentang pengelolaan sampah bertanggung jawab. Dan memperkuat sinergi antara pemerintah, pelaut, nelayan, dan masyarakat,” akunya.
Dalam kesempatan ini juga, Capt. Kristina Anthon menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para pelaut dan nelayan Bontang yang menjadi ujung tombak dalam menjaga kebersihan laut. Tanpa dedikasinya, upaya mengurangi sampah di perairan tidak akan maksimal.
“Mari mengurangi penggunaan plastik sekali pakai di kapal dan pemukiman pesisir, Melaporkan titik-titik penumpukan sampah laut, serta mendukung program Bontang Zero Waste melalui pemilahan sampah,” tutupnya. (Jay)












Discussion about this post