Trending.co.id, Kaltim – Pembangunan sumber daya manusia (SDM) di Kalimantan Timur kembali menjadi perhatian serius. Meski daerah ini kaya sumber daya alam, kualitas SDM di wilayah pinggiran masih tertinggal dibandingkan pusat. Sistem pendidikan nasional dinilai gagal menjawab kebutuhan riil masyarakat karena terlalu terpusat.
Anggota Komisi IV DPRD Kaltim, Agusriansyah Ridwan, menilai pendekatan pendidikan yang terlalu sentralistik menjadi hambatan utama dalam mencetak generasi berkualitas di daerah. Ia menyebut ketidakrelevanan kurikulum dengan realitas lokal membuat pembangunan berjalan timpang di berbagai wilayah Kaltim.
Menurut Agusriansyah, solusi atas stagnasi pendidikan di daerah adalah dengan mengembangkan pembelajaran berbasis karakteristik lokal. “Kurikulum tidak cukup hanya mengikuti standar nasional, tapi juga harus menyerap nilai budaya lokal, kebutuhan dunia kerja setempat, dan potensi ekonomi daerah,” jelas politisi PKS tersebut, Rabu (30/7/2025) lalu.
Ia menambahkan, pendidikan berbasis lokal bukan sekadar menjaga warisan leluhur, melainkan strategi untuk menyiapkan generasi adaptif, kompeten, dan siap membangun daerah secara mandiri. Dengan pendekatan ini, lulusan diharapkan mampu menjawab tantangan pembangunan tanpa harus selalu bergantung pada pusat.
Kritik juga diarahkan Agusriansyah kepada pola kebijakan pendidikan nasional yang dianggap terlalu memusatkan peran pemerintah pusat. Sementara itu, wilayah pesisir dan pedalaman di Kaltim kerap diposisikan hanya sebagai penerima program seragam yang tidak sesuai dengan kondisi setempat.
Agusriansyah mendorong adanya kolaborasi konkret antara pemerintah daerah, institusi pendidikan, dan komunitas lokal. Baginya, arah pendidikan yang relevan dengan realitas daerah akan mampu mencetak lulusan yang tidak hanya cerdas, tetapi juga memiliki identitas kuat sebagai bagian dari pembangunan Kaltim.
“Ketika pendidikan mencerminkan identitas lokal, hasilnya bukan hanya lulusan berkualitas, tapi juga memperkuat daya saing daerah. Pendidikan harus menjadi instrumen strategis pemerataan pembangunan di seluruh wilayah Kaltim,” pungkasnya. [ADV/DPRD KALTIM]











Discussion about this post