Trending.co.id, Kaltim – Anggota Panitia Khusus (Pansus) LKPJ Gubernur Kaltim, Baharuddin Demmu, mengkritisi progres pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Regional Indominco yang dinilai masih menyisakan banyak pekerjaan teknis dan perencanaan yang perlu dibenahi. Peninjauan ini dilakukan dalam kunjungan kerja Pansus ke lokasi proyek, Rabu (23/4/2025).
Dalam kunjungannya, Baharuddin menyoroti dua proyek besar yang berjalan bersamaan, yakni unit distribusi SPAM segmen 1 poros Samarinda–Bontang senilai Rp 24,27 miliar dan unit produksi SPAM Indominco di Bontang dengan nilai Rp 59,93 miliar. Meski proyek ini diharapkan menjadi solusi kebutuhan air bersih warga Bontang, ia mengingatkan bahwa tantangan koordinasi antarinstansi dan kualitas pekerjaan harus segera dituntaskan.
“Jangan sampai nanti pabrik pengolahan airnya sudah berdiri, tapi airnya belum bisa mengalir hanya karena pipanya belum selesai dipasang,” ujar Baharuddin. Ia mengungkapkan bahwa jaringan pipa sepanjang 26 kilometer yang menjadi bagian penting distribusi air masih dalam tanggung jawab pihak Indominco, sementara bagian produksi ditangani Dinas Pekerjaan Umum.
Ia menambahkan, saat ini progres pemipaan yang dikerjakan Indominco baru mencapai sekitar 40 persen, sehingga dikhawatirkan dapat menghambat operasional saat fasilitas produksi selesai dibangun. Menurutnya, proyek ini tidak boleh berjalan secara terpisah tanpa sinergi antar pihak. “Proyek air bersih ini sangat vital, apalagi untuk masyarakat Bontang. Koordinasi yang tidak jalan hanya akan merugikan masyarakat,” ujarnya.
Lebih lanjut, Baharuddin juga menyoroti kualitas infrastruktur penunjang proyek. Ia menemukan adanya retakan pada struktur turap penahan tanah di area pembangunan yang belum difungsikan. Ia menilai kondisi ini berbahaya karena bisa memicu longsor, apalagi lokasinya dekat dengan jalan nasional. “Retakan ini harus segera ditindak. Kita tidak ingin proyek air justru menimbulkan masalah baru,” tegasnya.
Ia juga mempertanyakan desain teknis proyek yang dianggap minim perhitungan beban. Turap selebar hanya 60 sentimeter tanpa tiang pancang menurutnya tidak sesuai standar untuk proyek sebesar ini. “Kita bicara proyek puluhan miliar, bukan pekerjaan coba-coba. Harusnya ini pekerjaan standar, tidak perlu lagi diajari,” kritiknya tajam.
Sebagai penutup, Baharuddin meminta agar Dinas PU Kaltim segera melakukan evaluasi menyeluruh dan memperkuat sinergi dengan pihak Indominco dan semua pihak terkait.
[Adv | DPRD Kaltim]












Discussion about this post