Trending.co.id, Kaltim – Wakil Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Kalimantan Timur, dr. Andi Satya Adi Saputra, mengusulkan penggunaan metode skrining kanker serviks yang lebih ramah terhadap privasi perempuan. Usulan tersebut muncul sebagai respons atas tingginya angka kematian akibat kanker serviks di Indonesia yang mencapai hampir 50 persen dari total kasus.
Andi menyampaikan bahwa dari 36.633 kasus kanker serviks yang terdeteksi setiap tahun, sekitar 18 ribu berujung kematian. Ia menilai tingginya angka tersebut disebabkan oleh minimnya deteksi dini, yang sebagian besar terjadi karena metode pemeriksaan konvensional yang dianggap tidak nyaman oleh perempuan, khususnya yang belum menikah.
“Banyak pasien yang merasa malu dan enggan menjalani skrining dengan alat konvensional seperti spekulum. Hal ini jadi penghambat serius dalam upaya deteksi dini,” ujarnya, Selasa (14/5/2025).
Sebagai solusi, politisi sekaligus dokter spesialis kandungan ini mendorong Dinas Kesehatan Kalimantan Timur untuk mengadopsi metode tes urine sebagai alternatif skrining Human Papilloma Virus (HPV), penyebab utama kanker serviks. Ia menilai metode ini lebih praktis, tidak invasif, dan dapat dilakukan secara mandiri.
“Cukup dengan menampung urine ke dalam wadah khusus, perempuan bisa menjalani tes HPV tanpa rasa tidak nyaman. Ini bisa dilakukan di rumah, tanpa tenaga medis, dan tetap akurat,” terang Andi.
Ia juga menyebut bahwa pendekatan ini dapat memperluas cakupan program deteksi dini, khususnya di wilayah pedesaan dan pelosok yang minim fasilitas kesehatan. Hal ini sejalan dengan upaya peningkatan layanan preventif dalam sistem kesehatan berbasis komunitas.
“Inovasi ini sangat revolusioner dan berpotensi menyelamatkan ribuan nyawa. Kami mendorong agar program ini masuk ke dalam agenda kesehatan daerah,” tegasnya.
Andi berharap penerapan metode ini mampu menghapus stigma terhadap skrining serviks dan meningkatkan partisipasi perempuan. “Kalau perempuan sehat, maka keluarga dan masyarakat juga akan lebih kuat. Ini investasi besar untuk masa depan,” pungkasnya.
[Adv/DPRD Kaltim]











Discussion about this post