Trending.co.id, Kaltim – Keterlambatan pencairan insentif bagi guru honorer swasta di Kalimantan Timur kembali menjadi perhatian publik. Namun bagi DPRD Kaltim, isu ini tak sekadar persoalan teknis, melainkan menyangkut keadilan administratif dan kualitas tata kelola data pendidikan di daerah.
Sekretaris Komisi IV DPRD Kaltim, Muhammad Darlis Pattalongi, menyatakan bahwa insentif untuk guru honorer adalah bentuk penghargaan negara, bukan bantuan sukarela. “Ini bukan soal anggaran, tapi soal bagaimana negara menjamin sistemnya berjalan adil bagi mereka yang berjasa mencerdaskan bangsa,” tegas Darlis dalam keterangannya, Rabu (4/6/2025).
Darlis menyoroti bahwa kendala utama dalam pencairan insentif sering kali bersumber dari masalah validasi data di tingkat sekolah dan daerah. Sistem Dapodik (Data Pokok Pendidikan), yang menjadi tolok ukur pemerintah pusat, tidak selalu diperbarui secara rutin. Ketidaksesuaian data tersebut berdampak langsung pada tertundanya hak guru.
“Begitu data tidak sinkron, proses pencairan otomatis terhenti di pusat. Ini menyangkut kehidupan para guru yang selama ini bekerja keras,” ujarnya. Ia menyebut situasi ini sebagai contoh buruk dari lemahnya literasi digital di lingkungan birokrasi pendidikan.
Menurut politisi PAN ini, persoalan yang berulang harus menjadi alarm bagi dunia pendidikan untuk memperkuat budaya administrasi yang profesional dan akurat. Ia mendesak sekolah dan dinas pendidikan untuk tidak abai dalam memperbarui data. “Digitalisasi bukan sekadar penggunaan sistem, tapi membangun kesadaran kerja yang tertib dan akuntabel,” ujarnya.
Sebagai bentuk tanggung jawab lembaga, Darlis menyatakan bahwa Komisi IV DPRD Kaltim siap menjadi mediator dalam mencari solusi. Ia mengusulkan forum komunikasi antara guru, sekolah, dan dinas pendidikan guna mengurai akar masalah dan mencegah kejadian serupa di masa depan.
“Martabat guru tidak boleh dikorbankan karena sistem yang tidak rapi. Ini soal keadilan administratif yang menjadi pondasi keadilan sosial. Kita harus pastikan semua pihak bergerak dalam satu arah,” tutup Darlis dengan tegas.
[Adv | DPRD KALTIM]












Discussion about this post