
Trending.co.id, Kaltim – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur menegaskan komitmennya untuk menjadikan pendidikan sebagai fondasi utama pembangunan sumber daya manusia. Gubernur Kaltim Dr H Rudy Mas’ud, yang akrab disapa Harum, menargetkan pendidikan wajib 16 tahun bagi seluruh anak-anak di Benua Etam sebagai langkah strategis menuju Kaltim yang unggul dan berdaya saing.
Dalam keterangannya baru-baru ini di Kantor Gubernur Kaltim, Harum menyebutkan bahwa target ini jauh melampaui rata-rata capaian nasional. “Kalau provinsi besar lain menargetkan rata-rata lama sekolah 9,9 tahun, maka Kaltim menargetkan 16 tahun atau setara S1. Ini adalah bentuk keseriusan kami,” ujarnya pada Senin (9/6/2025).
Menurutnya, tanpa dorongan terhadap pendidikan tinggi, maka anak-anak Kaltim berisiko tertinggal dalam kompetisi global, terutama menghadapi arus masuk tenaga kerja dari luar daerah maupun luar negeri. “Kita tidak ingin anak-anak kita hanya jadi penonton. Mereka harus jadi pelaku utama pembangunan,” tegasnya.
Program ini juga sejalan dengan semangat pembangunan sumber daya manusia dalam Visi Kaltim Emas yang ingin diwujudkan pasangan Harum – Seno Aji selama masa kepemimpinan mereka. “Masa depan Kaltim ada di tangan generasi muda. Maka investasi terbesar kita adalah pada pendidikan,” sambung Gubernur Harum.
Ia menekankan bahwa program ini tidak sekadar simbolik, melainkan akan dibarengi dengan kebijakan afirmatif seperti beasiswa pendidikan tinggi, penyediaan fasilitas belajar, hingga pelatihan keterampilan kerja yang menyasar generasi muda dari seluruh kabupaten dan kota.
Gubernur juga berharap keterlibatan lintas sektor dalam mendukung misi ini, termasuk dunia usaha, akademisi, dan masyarakat umum, agar gerakan wajib belajar 16 tahun menjadi gerakan kolektif, bukan hanya milik pemerintah.
“Insyaallah ini akan memberi manfaat besar bagi masyarakat Kaltim, dan menjadi pondasi untuk melahirkan generasi emas yang unggul, cerdas, dan berkarakter,” pungkasnya.
[Adv | Diskominfo Kaltim]












Discussion about this post